Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBGOR.COM, CILEUNGSI - Polsek Cileungsi mengamankan seorang pria yang mengedarkan obat-obatan terlarang daftar G.
Pelaku yang diketahui berinisial F (26) diamankan di kawasan Jalan Raya Transyogi, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison mengatakan, penindakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari laporan warga yang datang ke Mapolsek pada Senin (20/4/2026).
Dalam melakukan penangkapan, ia kembali melakukan penyamaran sebagai satpam seperti yang sempat dilakukan sebelumnya.
Pelaku pun tak berkutik ketika polisi melakukan penyergapan dan melakukan pemeriksaan di lokasi.
"Berdasarkan hasil interogasi, pelaku F mengaku mendapatkan pasokan obat dari wilayah Jatisampurna, Bekasi," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).
Setelah mengantongi informasi, pihak kepolisian kemudian melakukan pengembangan dengan mendatangi lokasi yang disebut.
Dari hasil pengembangan di Jatisampurna, polisi juga turut mengamankan dua pria yang diduga sebagai pembeli berinisial H (23) yang berprofesi sebagai juru parkir, dan MG (25) seorang karyawan swasta.
Dalam operasi penindakan ini, Polsek Cileungsi berhasil menyita barang bukti obat keras tipe G dengan total mencapai 1.931 butir .
Adapun barang bukti yang diamankan meliputi Hexymer 1.211 butir, Tramadol: 705 butir, Kamlet Alprazolam 6 butir, Trihexy 5 butir, dan Merlopam 4 butir.
"Saat ini ketiga orang tersebut beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polsek Cileungsi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
Pihak kepolisian telah mengidentifikasi bahwa titik suplai terbesar untuk wilayah Bogor Timur terdeteksi berada di Jl. Cempaka, Jatisampurna, Bekasi.
Informasi ini akan menjadi basis pengembangan kasus lebih lanjut guna memutus rantai peredaran obat terlarang di wilayah tersebut.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan peredaran narkoba dan obat-obatan keras demi menjaga kondusivitas lingkungan," katanya.