TRIBUNNEWS.COM - Hasil pertandingan matchday 29 Super League antara PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta berakhir dengan skor 1-1, Rabu (22/4/2026) sore.
Berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, PSIM mampu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-4 dari sebuah transisi permainan.
Serangan yang awalnya berasal dari sisi kiri mengalir ke sisi sebalinya di depan kotak penalti Persija.
Ezequiel Vidal yang berada di pojok kana kotak penalti Persija menyontek umpan mendatar Sheva Maresca.
Bola mendatar tendangan Vidal megarah ke tiang jauh sisi kanan gawang yang gagal dijangkau kiper Persija, Carlos Eduardo.
Skor 1-0 untuk keunggulan PSIM.
Tertinggal satu gol, Persija merespons dengan memberikan ancaman ke gawang Cahya Supriadi lewat tendangan jarak dekat Bruno Tubarao setelah menerima umpan silang dari rekannya.
Tapi sontekan Tubarao dapat ditepis Cahya.
Tak berselang lama, Persija mendapat peluang dari skema bola mati di depan kotak penalti PSIM.
Namun tembakan set piece Allano masih membentur pagar pemain PSIM.
Pada menit ke-18, Persija mendapat penalti dari wasit setelah melihat Donny Warmerdam menjatuhkan Allano saat hendak menyambut umpan silang Dony Tri dari sisi kiri.
Donny Warmerdam menarik baju Allano yang membuatnya terjatuh.
Bola eksekusi penalti Allano sejatinya dapat dibaca dan dijangkau oleh Cahya. Namun karena lajunya terlalu keras terlepas dari tepisan kiper Timnas Indonesia tersebut sekaligus membuat keadaan menjadi 1-1 untuk kedua tim.
Setelah gol tersebut, Persija lebih percaya diri dalam menguasai permainan.
Rayhan Hannan, Eksel, dan Allano secara bergantian menciptakan peluang ke gawang Cahya Supriadi.
Serangan utama Persija masih berasal dari sisi kanan dengan mengandalkan Allano maupun Tubarao.
Pada menit ke-33, Tubarao lepaskan umpan lambung ke kotak penalti PSIM yang kemudian dapat dijangkau Maxwell dengan kepalanya.
Namun sayang, bola sundulan Maxwell masih melambung ke atas mistar gawang PSIM.
Sejauh ini, PSIM masih kesulitan mengembangkan permainan. Percobaan mereka terputus di area pertahanan Persija sebelum memasuki kotak penalti.
Jelang jeda turun minum, Persija kembali mendapat hadiah penalti dari wasit. Hal itu menyusul pelanggaran Yusaku Yamadera terhadap Allano.
Ia menarik Allano hingga terjatuh saat hendak melepaskan tembakan.
Tapi sayang, peluang emas itu gagal dimanfaatkan Persija.
Cahya Supriadi menebak arah tembakan Maxwell Souza ke sisi kiri sehingga hanya menghasilkan tembakan penjuru untuk Persija.
Pada menit ke-44, PSIM hampir membalikkan keadaan. Franco Gaston menyundul bola dari umpan pojok Vidal.
Tapi sayang, bola sundulannya masih melebar tipis ke sisi kanan gawang Persija.
Hingga jeda turun minum, tak ada tambahan gol yang tercipta, keadaan bertahan dengan skor 1-1.
Di babak kedua, intensitas permainan meningkat. Pemain PSIM, kerap melakukan pelanggaran. Dua di antara pelanggaran yang dihasilkan oleh anak asuh Van Gastel itu membuahkan kartu kuning untuk Vidal dan Iqbal.
Dony Tri juga tak luput dari pandangan wasit untuk memberikannya kartu kuning setelah melakukan tarikan kepada Vidal pada menit ke-65.
Sejauh ini, kedua tim bermain cukup alot. Lini pertahanan PSIM yang solid membuat pemain Persija menembus area penalti.
Umpan-umpan terobosan dicoba oleh Allano dan kolega, namun belum membuahkan hasil.
Sementara tim asuhan Van Gastel masih kesulitan mengontrol permainan. PSIM lebih kerap kehilangan bola sehingga upaya membangun serangan pun gagal.
Umpan-umpan panjang Cahya dari gawang langsung menuju lini depan tidak efektif karena mampu diatasi oleh para pemain Persija.
Di sisa waktu pertandingan, tidak ada perubahan yang terjadi. Alotnya laga membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin dari pertandingan ini.
Asa juara Persija musim ini kian tipis dengan empat pertandingan tersisa dan selisih 6 angka dengan Persib yang memiliki jumlah satu pertandingan lebih banyak untuk dimainkan.
PSIM
Cahya Supriadi, Franco Gaston Mingo, Johannes Daniel Maria, Raka Cahyana, Yusaku Yamadera, Sheva Maresca Amavisca, Donny Warmerdam, Ze Valente, Corfe Deri Antony, M Iqbal, Ezequiel Vidal.
Pelatih: Paulus Van Gastel
Persija
Carlos Eduardo, Bruno Nunes De barros, Dony Tri Pamungkas, Jordi Amat, Paulo Ricardo Ferreira, Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Can Basty, Allano Brendon, Eksel Runtukahu, Maxwell Souza.
Pelatih: Mauricio Souza


















(Tribunnews.com/Sina)