TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di belakang rumahnya di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Rabu (22/4/2026) sore.
Korban diketahui bernama Margono M (72), seorang tukang cukur yang sehari-hari tinggal di wilayah Sapuran.
Berdasarkan keterangan warga yang pertama kali menemukan, Suprianto mengatakan, korban memang sudah tidak terlihat sejak beberapa hari sebelumnya.
Keluarga dan warga sempat melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Terbongkar! Sindikat Penyelundupan Sembunyikan 1.727 Kendaraan Ilegal di Gudang Klaten
Baca juga: Penjelasan Unsoed tentang Mahasiswa Disekap: Tidak Benar Dugaan Korban Diintimidasi Pejabat Kampus
“Dicari ke rumah saudara juga tidak ada. Pak RT juga sempat mencari ke sekitar sungai karena biasanya korban ke sana, tapi tidak ditemukan,” ujar Suprianto.
Ia menambahkan, dirinya saat itu sedang mencari rumput untuk pakan ternak dan betapa terkejutnya melihat mayat yang tergeletak.
"Sekitar jam 15.15 sore saya cari rumput lumbu, tiba-tiba saya lihat ada mayat di situ.
Posisinya kepala di bawah, kaki agak ke atas, kemungkinan jatuh dari atas,” ungkapnya.
Menurutnya, di area tersebut terdapat banyak semak atau rumput liar yang biasa dibersihkan. Ia menduga korban terjatuh saat beraktivitas di lokasi tersebut.
“Di atas itu banyak rumput, kemungkinan mau dibersihkan, terus kecelakaan jatuh,” lanjutnya.
Setelah menemukan korban, Suprianto langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
“Korban tinggal sendiri, kadang sama cucunya, tapi cucunya kerja jadi jarang di rumah,” tambah Suprianto.
Sementara itu, Kasie Penmas Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang Wibowo, menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama tim gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan.
“Petugas dari Polsek Sapuran bersama Unit Reskrim, tim identifikasi Polres Wonosobo, serta dibantu anggota Koramil dan petugas Puskesmas segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (20/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu, korban sudah tidak berada di rumahnya, sehingga pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil.
Baru pada Rabu sore, korban ditemukan oleh warga di belakang rumah dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara, korban diduga terjatuh saat membersihkan semak-semak di area belakang rumahnya,” jelas Aipda Nanang Wibowo.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dugaan sementara, korban terjungkal ke area yang lebih rendah di belakang rumah dan tidak dapat menyelamatkan diri.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menerima sebagai takdir, serta tidak berkenan dilakukan autopsi,” tandasnya. (ima)