TRIBUNJOGJA.COM - Satu unit armada pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul terperosok ke saluran irigasi di kawasan Plumutan, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, pada Rabu (22/4/2026) sore.
Insiden ini terjadi saat petugas tengah bergegas menuju lokasi kebakaran yang melanda sebuah pendopo di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @merapi_uncover, kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 17.05 WIB. Meskipun armada mengalami kendala teknis akibat terperosok, upaya pemadaman di lokasi kebakaran tetap dilanjutkan dengan pengerahan personel dari sektor lain.
Peristiwa bermula saat personel jaga dari Sektor Pundong menerima laporan adanya kebakaran di daerah Sidomulyo, Bambanglipuro. Armada segera diberangkatkan untuk melakukan penanganan darurat. Namun, saat melintasi Jalan Paker - Dawetan, truk pemadam menghadapi kendala di jalur yang sempit.
Kondisi cuaca yang sedang hujan serta ketiadaan bangket pengaman jalan memperburuk situasi ketika armada berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.
"Ada laporan kebakaran di daerah Sidomulyo, Bambanglipuro, kemudian personel jaga Sektor Pundong menuju lokasi kejadian. Pada saat menuju lokasi kebakaran di Jalan Paker - Dawetan, mobil damkar berpapasan dengan dua mobil dari arah berlawanan yang tidak mau menepi. Dengan kondisi jalan yang sempit dan tidak ada bangketan pengaman jalan, driver pemadam yang saat melaksanakan tugas berinisiatif membanting ke kiri dan saat kondisi hujan mobil terperosok ke sawah. Korban jiwa tidak ada," terang Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan.
Kecelakaan ini sempat menjadi perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Mengingat bobot kendaraan yang berat dan posisi yang sulit di saluran irigasi/sawah, proses evakuasi membutuhkan waktu dan bantuan tenaga ahli.
BPBD Bantul berkoordinasi dengan rekan-rekan dari IOF (Indonesia Off-Road Federation) Rescue Bantul untuk mengangkat armada tersebut. Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih satu jam hingga armada berhasil ditarik kembali ke badan jalan.
Pihak BPBD menegaskan bahwa meski terjadi insiden ini, penanganan kebakaran di lokasi tujuan tetap terkendali karena adanya dukungan dari armada sektor lain yang dikerahkan sebagai bala bantuan. Masyarakat kembali diimbau untuk selalu memberikan prioritas jalan bagi armada pemadam kebakaran yang sedang menjalankan tugas darurat, demi mencegah terjadinya insiden serupa dan mempercepat penanganan bencana.