TRIBUNNEWS.COM - Nasib berbeda kini dialami dua pemain abroad Timnas Indonesia di kompetisi EFL Championship 2025/2026 alias kasta kedua Liga Inggris.
Di satu sisi, penyerang Ole Romeny harus menghadapi ancaman degradasi bersama Oxford United.
Sementara di sisi lain, bek muda Elkan Baggott justru berada di jalur promosi bersama Ipswich Town.
Situasi sulit tengah dialami Oxford United yang kini terjebak di papan bawah klasemen Championship.
Klub milik Erick Thohir itu berada di posisi ke-22 dengan 44 poin, atau zona degradasi dengan performa yang belum konsisten sepanjang musim.
Kini Oxford tertinggal lima poin dari Blackburn Rovers yang berada di zona aman.
Situasi ini makin sulit karena kompetisi hanya menyisakan dua laga lagi.
Jika ingin bertahan, Oxford wajib menyapu bersih dua laga tersisa, sambil berharap Blackburn Rovers terpleset.
Jika gagal meraih kemenangan, Oxford dipastikan terdegradasi ke League One alias kasta ketiga Liga Inggris.
Bahkan, Oxford bisa dipastikan degradasi di pekan ke-45 jika Blackburn Rovers mampu meraih kemenangan.
Jika hal itu terjadi maka Blackburn akan memiliki 52 poin, membuat apapun hasil Oxford United di dua pertandingan sisa tidak akan berpengaruh.
Baca juga: Peluang Bertahan Oxford United Tipis, Klub Ole Romeny Diambang Degradasi Kasta Ketiga Liga Inggris
Berbanding terbalik, kabar positif datang dari Elkan Baggott.
Bek jangkung Timnas Indonesia itu berpeluang besar merasakan promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris bersama Ipswich Town.
Saat ini, Ipswich Town berada di posisi ketiga klasemen Championship dengan memiliki 76 poin, dan berpeluang besar promosi ke Liga Inggris.
Sebagai diketahui, dua tim teraras di klasemen EFL Championship berhak lolos langsung ke Liga Inggris, sementara tim peringkat tiga hingga keenam akan menjalaini laga play-off ke promosi.
Coventry City telah dipastikan meraih tiket promosi dengan torehan poin 89 saat ini sudah membuat mereka merada di dua besar.
Sementara Millwall sementara ini mengungguli Ipswich Town di peringkat kedua dengan 79 poin dari 44 pertandingan.
Untungnya, Ipswich kini baru memainkan 42 pertandingan sehingga kans untuk menggeser posisi Millwall cukup terbuka lebar.
Meski demikian, peran Baggott di tim utama Ipswich musim ini masih terbatas.
Ia belum mendapatkan kesempatan bermain di Championship dan harus bersaing ketat dengan sejumlah bek berpengalaman di skuad.
Perbedaan situasi ini menunjukkan kontras nasib dua pemain Timnas Indonesia di Inggris.
Ole Romeny harus berjuang keras menyelamatkan timnya dari degradasi, sementara Elkan Baggott tinggal selangkah lagi mencicipi atmosfer Premier League.
Meski Baggott belum menjadi pilihan utama, peluang promosi tetap menjadi pencapaian penting dalam kariernya.
Sebaliknya, Romeny harus segera menemukan performa terbaiknya agar tidak mengalami penurunan level kompetisi musim depan.
Dengan akhir musim yang semakin dekat, nasib keduanya akan ditentukan dalam beberapa pertandingan terakhir yang krusial.
Menarik dinantikan nasib kedua pemain Timnas Indonesia tersebut di akhir musim nanti.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)