Cerita Intan Indah Lestari Jadi Peacekeeper di Lebanon, Kenang Komandan yang Gugur dalam Tugas
Moch Krisna April 22, 2026 10:32 PM

 





TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -
Sosok prajurit wanita tangguh kembali muncul dari Sumatera Selatan. Intan Indah Lestari (26), anggota Denpom II/4 Sriwijaya, membuktikan dedikasinya sebagai prajurit TNI dengan pengalaman bertugas hingga ke misi perdamaian dunia di Lebanon.

Perempuan asal Kabupaten Lahat ini bergabung dengan TNI Angkatan Darat melalui jalur prestasi pada tahun 2019. Sebelum menjadi prajurit, Intan merupakan atlet arung jeram dan panjat tebing. Kemampuan dan prestasinya tersebut membawanya lolos seleksi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

"Saya masuk TNI tahun 2019 melalui jalur prestasi. Sebelumnya saya atlet arung jeram dan panjat tebing. Alhamdulillah saat ada pembukaan Kowad, saya ikut dan diterima,” kata Intan saat diwawancarai di Rumah Singgah Sriwijaya, Rabu (22/4/2026).

Kariernya di militer terbilang cepat berkembang. Pada tahun 2020, ia dipercaya menjadi ajudan istri Pangdam II/Sriwijaya selama dua tahun. Pengalaman itu menjadi bekal penting dalam kedisiplinan dan tanggung jawabnya sebagai prajurit.

Puncak pengabdiannya datang pada tahun 2024, ketika Intan terpilih mengikuti Satgas Kontingen Garuda UNIFIL 23-S untuk misi perdamaian di Lebanon. Ia menjalankan tugas selama satu tahun sebagai peacekeeper di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Sebagai peacekeeper, kami harus netral, tidak boleh memihak. Tugas kami lebih banyak patroli dan membantu masyarakat, seperti membersihkan jalan, bersosialisasi dengan warga, hingga mengunjungi sekolah-sekolah,” jelasnya.

Menurut Intan, kondisi di Lebanon saat itu cukup memprihatinkan akibat konflik yang terjadi. Banyak rumah warga rusak karena serangan, sementara masyarakat sempat mengungsi demi keselamatan.

“Yang paling terlihat itu rumah-rumah yang hancur. Warga biasanya diminta pergi saat situasi memanas. Kami hadir untuk membantu dan memberi rasa aman,” ungkapnya.

Selama bertugas, Intan juga mendapatkan pengalaman berharga, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami budaya setempat, hingga mengenal bahasa dan kebiasaan masyarakat Lebanon. Ia kembali ke Indonesia pada Desember 2025 dan kini telah tiga bulan kembali berdinas di Denpom II/4 Palembang.

Namun, misi tersebut juga menyisakan duka mendalam. Tiga prajurit TNI dari Kontingen 23-S gugur dalam serangan di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026. Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

“Yang berpangkat kapten itu komandan kami. Mereka sosok yang sangat baik dan berdedikasi. Kehilangan ini sangat terasa bagi kami,” tutur Intan dengan nada haru.

Meski penuh risiko, Intan menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, dirinya siap ditugaskan di mana pun. “Pada prinsipnya, kami siap ditugaskan ke mana saja. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada negara,” tegasnya.

Setelah pulang dari Lebanon, Intan akhirnya turut bergabung menjadi relawan Rumah Singgah Sriwijaya yang ada di Palembang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.