SURYA.CO.ID - Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah Saw.
Sebab, mendapat banyak pahala dan keutamaan, bagi yang melaksanakannya.
Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15.
Berdasarkan kalender Hijriah dan Jawa pada Mei 2026, berikut adalah rincian jadwal selengkapnya.
Dilansir dari laman NU, Puasa Ayyamul Bidh sering disebut sebagai "Puasa Hari Putih" karena jatuh pada saat bulan purnama sedang terang-terangnya.
Keutamaan puasa tiga hari setiap bulan ini disebutkan dalam hadits memiliki pahala yang setara dengan puasa sepanjang tahun.
Baca juga: Doa untuk Orang Berangkat Haji Mabrur: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Sesuai dengan data kalender, berikut adalah jadwal pastinya:
13 Dzulqa'dah 1447 H: Jumat, 1 Mei 2026 (Pasaran Pon)
14 Dzulqa'dah 1447 H: Sabtu, 2 Mei 2026 (Pasaran Wage)
15 Dzulqa'dah 1447 H: Minggu, 3 Mei 2026 (Pasaran Kliwon)
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Teks Latin: Nawaitu shauma ayyaamil biidhi sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta'ala."
Karena termasuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada pagi hari (setelah Subuh) hingga sebelum waktu Dzuhur, dengan syarat Anda belum makan atau minum apa pun sejak fajar.
1. Keutamaan yang paling populer adalah pahalanya yang dilipatgandakan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh) pahalanya sama dengan puasa satu tahun penuh.
“Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari & Muslim).
2. Melaksanakan Wasiat Rasulullah SAW
Puasa ini merupakan salah satu wasiat yang ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat, seperti Abu Hurairah dan Abu Darda, agar tidak ditinggalkan hingga wafat.
3. Manfaat Kesehatan (Detoksifikasi)
Secara medis dan ilmiah, beberapa pendapat menyebutkan bahwa pada saat bulan purnama (13, 14, 15), gravitasi bulan memengaruhi cairan dalam tubuh manusia.
Berpuasa pada hari-hari tersebut membantu menjaga stabilitas emosi dan menjadi sarana detoksifikasi tubuh yang sangat baik.
4. Menghidupkan Sunnah Muakkad
Melaksanakannya berarti menghidupkan kebiasaan Nabi yang jarang ditinggalkan, baik saat beliau sedang di rumah maupun saat sedang dalam perjalanan (safar).