POSBELITUNG.CO - Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus merosot hingga mencapai titik terendah dalam beberapa waktu terakhir. Anjloknya popularitas ini dipicu oleh meningkatnya keraguan warga Amerika atas temperamen sang presiden di tengah memanasnya konflik dengan Iran, termasuk perseteruan terbuka yang ia lancarkan terhadap pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Reuters/Ipsos pada Rabu (22/4/2026), kinerja Trump saat ini hanya disetujui oleh 36 persen warga Amerika. Angka ini menunjukkan stagnasi yang mengkhawatirkan karena tidak mengalami perubahan dibandingkan survei bulan sebelumnya, sekaligus mempertegas tren negatif kepemimpinannya.
Padahal, jika menilik ke belakang, Trump mengawali masa jabatannya dengan optimisme yang cukup tinggi. Ia pernah menyentuh tingkat persetujuan tertinggi di angka 47 % sesaat setelah dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025 lalu. Namun, dukungan tersebut perlahan menguap seiring dengan berbagai kebijakan dan kontroversi yang muncul.
Secara definisi, approval rating atau tingkat persetujuan merupakan parameter statistik yang krusial untuk mengukur sejauh mana publik merasa puas atau menerima kinerja, kebijakan, serta gaya kepemimpinan seorang tokoh politik. Dalam konteks ini, angka 36 % menjadi sinyal merah bagi stabilitas dukungan terhadap pemerintahan Trump di mata domestik.
Penurunan drastis ini semakin nyata sejak pemerintahannya memutuskan untuk melancarkan agresi militer terhadap Iran pada Februari lalu. Kebijakan perang tersebut tidak hanya memicu ketegangan geopolitik, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi warga AS, terutama akibat lonjakan harga bahan bakar yang meroket tajam di seluruh negeri.
Sejak melancarkan perang ke Iran
Trump telah berada di bawah tekanan sejak pemerintahannya melancarkan perang melawan Iran bulan Februari lalu yang telah mendorong harga bensin melonjak tajam di negara itu.
Sekitar 36 % warga Amerika menyetujui serangan militer AS terhadap Iran, dibandingkan dengan 35 persen jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 10-12 April.
Jajak pendapat terbaru terhadap 4.557 orang dewasa AS di seluruh negeri, yang dilakukan secara daring, memiliki margin kesalahan 2 poin persentase.
Khawatir temperamen Trump
Jajak pendapat menunjukkan banyak warga Amerika, termasuk beberapa anggota Partai Republik Trump, memiliki kekhawatiran tentang temperamen dan ketajaman mental presiden berusia 79 tahun itu.
Terutama setelah emosinya terkesan meledak-ledak akhir-akhir ini.
Hanya 26 % warga Amerika yang mengatakan mereka menganggap Trump "berwatak tenang."
Partai Republik, pendukung Trump, terpecah pendapatnya mengenai hal ini, dengan 53 % menganggapnya demikian dan 46 % mengatakan tidak, sementara sebagian kecil menolak untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru sekitar 51 % warga Amerika - termasuk 14 persen Partai Republik, 54 persen independen, dan 85 persen Partai Demokrat - mengatakan ketajaman mental Trump telah "memburuk" selama setahun terakhir.
Mental adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan batin, pikiran, emosi, dan kejiwaan seseorang. Ini mencakup cara individu berpikir, merasa, bertingkah laku, serta merespons situasi.
Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang mengelola stres, bekerja produktif, dan berinteraksi positif menurut situs Halodoc.
Ancaman-ancaman Trump
Trump telah menunjukkan kegelisahan publik beberapa pekan terakhir.
Di media sosial dia kerap memposting ancaman terhadap Iran bahkan akan memusnahkan peradaban Iran.
Trump sekaligus menyerang Paus Leo sebagai sosok yang lemah dalam menangani kejahatan setelah Paus mengkritik perang Iran.
Lalu Trump juga mengancam - bahkan dengan kata-kata kasar - untuk menghancurkan semua jembatan dan pembangkit listrik Iran.
Awal tahun ini, ia membuat sekutunya khawatir dengan mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Denmark, sekutu NATO, atas tuntutan Denmark agar AS mencaplok Greenland.
Serangan terhadap Paus Leo dan jajak pendapat lainnya
Serangan Trump terhadap Paus Leo telah menarik perhatian sebagian orang Amerika yang umumnya memiliki pendapat yang lebih baik tentang Paus daripada tentang presiden.
Sekitar 60 % responden mengatakan mereka memiliki pandangan yang baik terhadap Paus Leo, dibandingkan dengan 36 % yang mengatakan hal yang sama tentang Trump.
Mereka juga memandang Paus lebih baik daripada tokoh-tokoh Demokrat terkemuka termasuk Gubernur California Gavin Newsom dan mantan Wakil Presiden Kamala Harris.
Jajak pendapat tersebut menemukan bahwa hanya 16 % warga Amerika yang mendukung keluarnya AS dari aliansi NATO, sebuah langkah yang telah diancam oleh Trump.
Perang dengan Iran memicu lonjakan harga bensin yang telah memukul keuangan pribadi sebagian besar warga Amerika.
Tingkat persetujuan Trump atas penanganannya terhadap biaya hidup di Amerika Serikat adalah 26 % , angka terendah yang pernah diraihnya.
Demikian pula, hanya 26 % responden dalam jajak pendapat yang mengatakan bahwa aksi militer AS di Iran sepadan dengan biayanya.
Hanya 25 % responden - termasuk 6 persen Partai Demokrat dan 57 persen Partai Republik - yang mengatakan bahwa mereka berpikir serangan AS terhadap Iran akan membuat Amerika lebih aman.
Sumber: Reuters
(Tribunnews)