TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama Mossad Kennedy Refra kembali menjadi sorotan publik setelah namanya mencuat dalam dinamika politik internal Partai Golkar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Mossad Kennedy Refra mulai membangun identitasnya sendiri di luar bayang-bayang sang ayah.
Ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan disebut memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh politik nasional.
Perjalanan kariernya juga merambah dunia hukum, di mana ia dikenal sebagai seorang advokat muda.
Kini, namanya kembali diperbincangkan setelah masuk dalam bursa calon Ketua DPD pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Maluku Tenggara.
Keterlibatannya dalam kontestasi ini menimbulkan beragam respons di kalangan internal partai dan publik.
Fenomena ini membuat sosok Mossad Kennedy Refra semakin menarik untuk diikuti dalam perkembangan politik selanjutnya.
Baca juga: Nus Kei Meninggal Dunia, Golkar Berduka dan Segera Tunjuk Plt Ketua DPD Maluku Tenggara yang Baru
Seperti diketahui, anak John Refra atau John Kei menjadi perbincangan dalam dunia politik di Maluku Tenggara.
Mossad Kennedy Refra (MKR) digadang masuk dalam radar calon Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara.
Isu ini mencuat jelang Musyawarah Daerah (Musda) yang rencananya digelar Kamis (23/4/2026).
Namun penyelenggaraan Musda Golkar Maluku Tenggara akan ditunda.
Penundaan disebabkan karena duka yang kini tengah menyelimuti sebab Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tengah Agrapinus Rumatora meninggal dunia.
Nus Kei tewas usai ditusuk Hendrikus dan Finansius di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu (19/4/2026).
Dua pelaku menghunuskan senjata tajam ke bagian dada dan leher menyebabkan korban tak bisa diselamatkan.
Kejadian ini terjadi empat hari jelang Musda DPD Partai Gokar Maluku Tenggara.
Dalam musda nantinya akan dilakukan pemilihan Ketua DPD Partai.
Kini ramai anak John Kei, Mossad Kennedy Refra masuk dalam radar calon ketua Golkar Maluku Tenggara.
Videonya saat baru tiba di bandara bahkan viral di media sosial.
Dalam video tampak Mossad mengenakan kemeja hitam bercorak merah pada bagian pundak.
Ia tampak disambut banyak orang.
Selain itu, Mossad juga disematkan kain pada bagian leher.
Mossad Kennedy Refra lahr di Jakarta pada 18 Mei 1999.
Ia berprofesi sebagai pengacara.
Selain itu Mossad juga atlet bela diri muaythai.
Kini Mossad dikabarkan maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara pada April 2026.
Informasinya dia membawa visi Golkar Malra yang maju, solid, profesional, modern dan melayani rakyat menuju kemenangan Pemilu.
Walau begitu isu ini belum dapat terkonfirmasi.
Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Anos Jeremias mengatakan bahwa Musda 2026 ditunda.
Anos mengatakan, penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi keamanan serta kondisi psikologis kader partai di Maluku Tenggara.
Selain itu, penundaan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Ketua DPD.
“Golkar Maluku Tenggara sedang berduka. Ketua DPD meninggal dunia, otomatis Musda ditunda untuk menghormati beliau,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji Golkar pusat mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Nus Kei, serta keluarga besar DPD Maluku Tenggara.
Ia pun menuntut polisi bisa mengusut tuntas peristiwa penikaman Nus Kei.
"Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut," tegas dia.
Sarmuji meminta tidak ada kader Golkar yang terprovokasi akibat kejadian ini.
"Kepada kader, tetap waspada, tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," imbuh Sarmuji.
- Motif Penusukan Nus Kei
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif penikaman Nus Kei hingga tewas adalah balas dendam.
“Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pelaku adalah balas dendam,” kata Rositah.
Rositah mengatakan, dari keterangan yang diperoleh, kedua terduga pelaku HR dan FU sakit hati dengan kematian saudara mereka bernama Fenansius Wadanubun alias Dani Hoat.
Dari pengakuan kedua terduga pelaku, Nus Kei diduga berada di balik pembunuhan terhadap saudara kedua terduga pelaku tersebut.
“Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Hoat,” ujar Rositah.
Rositah mengungkapkan, aksi pembunuhan terhadap Dani Hoat yang diduga menjadi pemicu hingga HR dan FU menyerang Nus Kei, terjadi di Jakarta pada 2020 lalu.
“Itu terjadi pada tahun 2020, di Jakarta, samping apartemen Metro galaxi kalimalang bekasi,” katanya.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)