BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebagian kecil sampah plastik di Kabupaten Banjar sudah mulai dimanfaatkan. Tidak hanya dikumpulkan oleh pemulung untuk dijual sebagai bahan daur ulang, tetapi juga dijadikan bahan bakar alternatif.
Proses menjadikannya Refuse Derived Fuel (RDF) tersebut berlangsung di Taman Barakat dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Reduce, Reuse, Recycle (3R) Lestari Albasia Desa Indra Sari Kecamatan Martapura.
Sampah plastik di TPS3R ini per dua minggu mencapai lima ton. Botol, gelas dan berbagai plastik lainnya dicacah dan kemudian dipress untuk dijadikan RDF. Selanjutnya RDF dijual ke perusahaan seperti Indocemet, Conch dan satu perusahan di Banyuirang Kabupaten Tanahlaut.
“Kami masih jalankan sesuai perjanjian kerja sama. Ini bagian dari upaya memproses sampah plastik,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Banjar, Ahmad Baihaqi, saat diwawancarai terkait Hari Bumi pada Selasa (21/4).
Baca juga: Polres Tala Sita 1,1 Kilogram Sabu dari 7 Tersangka, Kurir Terima Upah Rp 15 Juta
Penanganan sampah plastik menjadi perhatian utama Pemkab Banjar di tengah tingginya volume sampah yang sekitar 365 ton per hari. Baihaqi memperkirakan porsi sampah plastik 55-70 ton atau 15-20 persen. Persoalan ini tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa.
“Jumlah ini tergolong besar mengingat plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan berpotensi menumpuk dalam jangka panjang, terutama jika tidak tertangani secara optimal dalam sistem pengelolaan seperti di TPA Kencana yang menggunakan metode sanitary landfill,” urai Ahmad Baihaqi.
Diuraikannya, kerja sama tersebut diawali pada November 2025 dengan PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (ITP) di Kotabaru. Selanjutnya ada dua perusahaan lagi yang bersedia menerima RDF.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Bahan Berbahaya dan Beracun, Sutiono, menambahkan selama ini sampah plastik yang tidak lagi dapat diolah dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA). “Dengan dukungan PT ITP, sampah bernilai rendah itu dapat diproses menjadi RDF dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam produksi semen,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)