Grid.ID – Menjadi orang tua dengan tiga anak tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola emosi. Namun, bagi presenter kondang Ayu Dewi, membentak anak saat sedang marah besar adalah hal yang sangat dihindari.
Istri pengusaha Regi Datau ini rupanya memiliki trik khusus untuk meredam amarah tanpa harus menyakiti hati sang buah hati. Ayu Dewi mengungkapkan bahwa ia sangat menjaga kesehatan mental anak-anaknya.
Ia tak ingin anak-anaknya tumbuh dengan prestasi selangit, namun menyimpan "luka batin" akibat pola asuh yang keras di rumah.
"Aku nggak mau punya keluarga yang tegang. Ibaratnya mungkin anaknya jago banget gitu, tapi di ruang sisi hatinya tuh ada banyak luka batin karena ketegangan yang terjadi. Nah, itu aku nggak mau," ujar Ayu Dewi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Lantas, apa yang dilakukan Ayu Dewi jika emosinya sudah memuncak? Alih-alih mengeluarkan suara tinggi, Ayu dan sang suami, Regi Datau, sepakat untuk melakukan "gencatan senjata" alias berhenti berbicara sejenak.
"Kalau ada dari kita yang memang emosi banget, kita harus berhenti. Kita harus bisa bilang ke anak-anak, 'Oke, Mommy sama Daddy lagi marah banget. Kalau Kaka ngobrol terus nanti jadinya nggak bagus, sekarang kita jangan ngobrol dulu'," tuturnya menirukan gaya bicaranya kepada sang anak.
Bagi Ayu, komunikasi saat emosi memuncak seringkali tidak efektif dan justru merusak hubungan. Ia memilih untuk pergi sejenak meredakan emosi, baru kemudian mengajak anak berdiskusi saat suasana sudah tenang.
Setelah amarah reda, barulah Ayu Dewi membuka ruang diskusi dua arah. Ia mengaku sudah menghapus kata-kata memerintah dalam mendidik ketiga anaknya, Aqilah Dewi Humairah, Mohamad Aqlan Akidi Datau, dan Mohamad Aklas Attar Datau.
"Habis itu baru kita ajak ngobrol. 'Kamu tahu nggak tadi kenapa Mommy sama Daddy marah? Kamu ngerasa salah nggak?'," papar Ayu.
"Jadi interaksi, nggak yang 'kamu nggak boleh gitu kenapa? Ya pokoknya nggak boleh!'. Nah, itu kita hilangin dari keluarga kita," tambah presenter berusia 41 tahun ini.
Pola asuh ini ternyata merupakan hasil kesepakatan Ayu dengan Regi Datau. Menikah sejak 16 Juni 2012, pasangan ini memilih untuk tidak menerapkan sistem good cop dan bad cop (pembagian peran orang tua baik dan galak).
Bagi Ayu, kedua orang tua harus memiliki visi yang sama. Jika salah satu sedang keras, maka yang lain harus bisa memberi pengertian, begitu pun sebaliknya.
"Nggak pernah kita tanamin aku bad cop kamu good cop. Karena pada kenyataannya emosi orang kan naik turun. Kita punya akses untuk cari tahu parenting yang baik tuh gimana sih," jelasnya.
Dengan pola asuh yang hangat dan terbuka, Ayu berharap anak-anaknya tidak hanya unggul secara karakter, tetapi juga memiliki keseimbangan spiritual dan emosional yang baik di masa depan.
"Pokoknya kita punya cita-cita memajukan anak bangsa supaya punya karakter yang luar biasa unggul, tapi juga emotional spiritual-nya tuh balance dan baik," pungkasnya.