TRIBUNTRENDS.COM - Baru-baru ini, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah kebijakan anggaran yang diusulkan pemerintah daerah menuai sorotan luas.
Sebelumnya, pria kelahiran 7 Desember 1981 itu sempat ramai diperbincangkan terkait rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah memicu perdebatan di tingkat nasional.
Namun, perhatian publik kembali mengarah kepadanya setelah muncul rencana anggaran rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim yang disebut mencapai Rp 25 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Rudy menegaskan bahwa anggaran tersebut telah disusun melalui proses yang sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
"Rumah jabatan ini puluhan tahun tidak ditempati. Tentu, banyak hal yang harus dibenahi," katanya, dikutip Kompas.com, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Gubernur Kaltim Didemo, Istri Rudy Masud Minta Tak Campuri Hidup Orang: Batasi yang Bukan Urusanmu
Di sisi lain, dinamika ini juga memicu reaksi dari masyarakat.
Dilansir dari Kompas.id, sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat lintas elemen menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Kota Samarinda pada Selasa (21/4/2026).
Aksi tersebut menuntut adanya audit terhadap dugaan pemborosan anggaran, sekaligus mengkritik lemahnya fungsi pengawasan legislatif.
Melalui Aliansi Rakyat Kalimantan Timur, massa aksi mendesak DPRD Kaltim untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya terkait penggunaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.
“Audit menyeluruh pemborosan anggaran Pemprov Kaltim berupa renovasi rumah dinas, ruang kerja, dan pengadaan fasilitas senilai Rp 25 miliar melalui hak angket,” demikian pernyataan yang disampaikan aliansi dalam keterangan yang diterima.
Melansir laman e-LHKPN, Rabu (22/4/2026), Rudy diketahui memiliki total harta properti sebesar Rp 26,5 miliar.
Laporan harta kekayaan Rudy dilaporkan pada 20 Maret 2025 atau pada masa awal menjabat.
Diketahui, Rudy memiliki lima aset tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Penajam Paser Utara (PPU), serta Samarinda.
(TribunTrends/Kompas)