TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FK UMP) melaksanakan kunjungan edukatif ke Kebun Kedokteran Herbal FK UMP yang berlokasi di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Workshop Kedokteran Herbal dan Kedokteran Islam At Tibbun Nabawi yang diselenggarakan selama dua hari, mulai 18 hingga 19 April 2026.
Kunjungan diikuti mahasiswa tingkat akhir FK UMP sebagai bagian dari penguatan kompetensi di bidang kedokteran herbal.
Baca juga: UMP Purwokerto Jadi Episentrum Ukhuwah Muhammadiyah: Penguatan Layanan Pendidikan
Selain pelaksanaan secara luring di lokasi kebun, kegiatan workshop juga diikuti secara daring oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan ilmu kedokteran berbasis herbal dan Islam.
Dalam kegiatan di kebun, mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok kecil. Masing-masing kelompok didampingi oleh dua dosen pembimbing yang memberikan arahan serta pendampingan langsung dalam proses identifikasi berbagai tanaman obat herbal.
Para mahasiswa berkesempatan mengenal secara langsung jenis tanaman, karakteristik, serta manfaatnya dalam dunia medis.
Seorang peserta, Nur Husnia W, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.
Baca juga: Wujudkan Astacita Pendidikan, UMP Kerja Sama dengan BI Purwokerto
"Pengalaman identifikasi tanaman obat herbal di Kebun Kedokteran Herbal FK ini sangat bermanfaat karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengenali fungsi tanaman obat herbal langsung dari ahlinya, sekaligus memegang dan mengamati tanamannya secara langsung," ujarnya.
Sementara itu, dr. Titik Kusumawinakhyu, M.Biomed, selaku dosen pembimbing menegaskan, pentingnya penguasaan ilmu herbal bagi calon dokter.
"Indonesia tidak kekurangan tanaman obat herbal. Namun, belum semua orang memahami jenis dan manfaatnya. FK UMP hadir sebagai pelopor dalam penelitian, pengembangan, dan pembelajaran berbasis herbal," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam mengenali dan memanfaatkan tanaman obat herbal sebagai bagian dari pendekatan pengobatan yang holistik dan berbasis kearifan lokal.(*/mjd/tgr)
Baca juga: Halal bi Halal UMP Purwokerto: Perkuat Silaturahmi dan Sinergi PTKIS se-Jateng