Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Rasa haru Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, pecah saat salah satu siswa SD tahfiz Alquran bisa menyambung ayat yang dilantunkan olehnya.
Siswa tersebut tak sendiri, ada ribuan siswa SD di Ponorogo diwisuda tahfiz Alquran di Pendopo Agung Ponorogo, Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Breaking News: Jasad Perempuan Misterius Ditemukan Tewas di Jalan Desa Bangkalan Bawa Boneka Kuning
Orang nomor satu di Bumi Reog ini tak kuasa menyembunyikan rasa bangga saat ribuan siswa SD di Ponorogo resmi dikukuhkan sebagai tahfiz.
Mulai dari hafalan Juz 30 hingga khatam Alquran, dalam wisuda yang bukan sekadar seremoni, melainkan buah dari perjuangan panjang menghafal di usia dini.
Total ada 1.664 siswa SD dikukuhkan sebagai penghafal Alquran.
Yakni 1.440 anak hafal Juz 30, 223 anak hafal antara 1-9 Juz serta seorang pengkhatam Alquran.
Bukan prestasi receh, kemampuan tersebut membagakan hasil bagi Pemkab Ponorogo.
Wisudah tafiz ini adalah Implementasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keagamaan pada pendidikan dasar, yang menambah jumlah penghafal Alquran di Bumi Reog.
"Ini prestasi yang patut diapresiasi, karena menghafal Alquran itu tidak mudah, dan kami harapkan bisa menjadi SDM hebat Ponorogo mempertahankan akhlak baik," ungkapnya sambil menahan haru.
Bunda Lisdyarita, sapaan akrabnya, berharap, wisuda tahfiz menjadi bekal ilmu agama bagi anak-anak Ponorogo di sekolah negeri maupun swasta.
"Tidak sekedar ilmu pengetahuan saja. Akan tetapi membentuk nilai agamis serta budi pekerti luhur," katanya.
Apalagi, jelas dia, di tengah gempuran teknologi dan perkembangan zaman yang akan terjadi di masa mendatang.
Dia berharap untuk mereka yang sudah wisuda bisa menambah lagi hafalannya.
"Yang satu juz terus bertambah, belajar dengan giat," tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri menambahkan, hafalan Alquran tersebut telah masuk ekstrakulikuler setiap SD dan SMP di Ponorogo.
"Sesuai dengan Implementasi Perbup 37/2022. Sekolah bisa masukan pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing lembaga," tegasnya.
Jelas dia, program ini dilakukan pagi hari sebelum mulai pelajaran, maupun sore hari serampungnya pembalajaran.
"Setiap siswa kami harapkan ikut pembelajaran, karena ini sekaligus penguatan karakter keagamaan," tambah mantan Kepala Cabang Pendidik (Cabdindik) Jatim wilayah Ponorogo-Magetan.
Salah satu wisudawan, Revina, menyatakan bersyukur telah lulus.
Dia menghapal satu juz di juz 30, dan bisa menghapalnya selama satu bulan.
"Kalau memang hapalin bener-bener enggak sulit. Semoga habis ini bisa menyusul juz lainnya," pungkas siswa SDN 1 Senepo, Kecamatan Slahung, ini.