Resmi! Derby Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Dipindah ke Bali, Ini Alasannya 
Wiwit Purwanto April 23, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID MALANG - Laga panas Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipastikan tidak digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan rekomendasi aparat kepolisian dan regulator kompetisi pertandingan tersebut diarahkan berpindah venue ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Polres Malang Tidak Merekomendasikan Penggunaan Stadion Kanjuruhan

Keputusan ini merujuk pada surat rekomendasi Polres Malang Nomor: B/666/IV/YAN.2.1./2026 tertanggal 21 April 2026 yang tidak merekomendasikan penggunaan Stadion Kanjuruhan untuk saat ini. 

Selain itu, operator kompetisi I League juga telah menerbitkan surat bernomor 371/LI-KOM/IV/2026 terkait penyesuaian venue laga BRI Super League 2025/2026.

Baca juga: Pecah Pendapat di Malang Soal Laga Arema FC Vs Persebaya, Aremania Minta Tetap di Kanjuruhan

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, mengatakan pihaknya menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Malang Raya.

"Dengan berbagai pertimbangan dan rekomendasi yang ada, laga Arema FC melawan Persebaya besar kemungkinan akan dipindahkan ke Bali, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar," kata Erwin, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, manajemen kini bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pengelola stadion di Bali serta aparat keamanan setempat agar pertandingan tetap bisa berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemindahan venue ini sekaligus menjadi solusi agar kompetisi tetap berjalan di tengah situasi yang belum memungkinkan Kanjuruhan digunakan untuk laga berisiko tinggi seperti derbi.

Baca juga: Alasan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Laga Arema FC Vs Persebaya: Kami Meragukan

Meski demikian, Erwin mengakui keputusan tersebut menyisakan kekecewaan.

Terutama bagi publik sepak bola Malang yang berharap laga ini menjadi momentum kebangkitan atmosfer sepak bola di Stadion Kanjuruhan.

"Secara emosional tentu ada rasa kecewa. Kami ingin menunjukkan bahwa Kanjuruhan siap. Namun kami memilih mengikuti arahan kepolisian dan regulasi yang berlaku," ungkapnya.

Di sisi lain, Panpel Arema FC mengapresiasi sikap Aremania yang dinilai semakin dewasa dalam menyikapi situasi ini. 

Upaya komunikasi yang dilakukan Presidium Aremania dengan pihak kepolisian disebut sebagai bentuk komitmen menjaga kondusivitas.

Panpel pun mengimbau seluruh suporter untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. 

Dukungan diharapkan tetap mengalir kepada tim, meski harus bertanding jauh dari Malang.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan tim bisa bertanding dengan nyaman dan meraih hasil maksimal,"

"Kami berharap Aremania tetap bersatu dan menjaga nama baik klub," tandasnya. (Rifky Edgar)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.