Kisah Abdul Azis, Guru Honorer Diberi Bantuan Usai Viral Ngajar Pakai Sepeda Pinjaman
M Zulkodri April 23, 2026 02:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Inilah kisah Abdul Azis, guru honorer di Jakarta Utara yang diberi bantuan usai mengajar dengan sepeda pinjaman.

Sehari-hari Abdul Azis mengayuh sepeda pinjaman setiap hari untuk pergi mengajar sambil membonceng putrinya.

Perjalanan tersebut kerap dilakukan di jalur padat kendaraan berat dan truk kontainer.

Usai kisahnya viral, ia mendapat bantuan berupa sepeda motor dari organisasi Relawan Gerak Bareng, yang diantar langsung ke tempat Azis mengajar, di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam 1 Kamal Muara, Rabu (22/4/2026).

Penyerahan itu dilakukan ketika Abdul Aziz menyelesaikan tugas mengawasi ujian siswa kelas 6.

Baca juga: Profil Letjen Richard Tampubolon Terima Penghargaan Usai Bebaskan Pilot Susi Air yang Disandera KKB

Di halaman sekolah, sejumlah relawan dari organisasi Relawan Gerak Bareng datang membawa bantuan yang telah disiapkan melalui penggalangan donasi.

Sepeda motor yang diberikan semula ditutupi kain oranye sebelum akhirnya dibuka di hadapan para siswa dan rekan guru.

Saat kain dibuka, terlihat sebuah sepeda motor Honda Genio berwarna krem yang telah dihias pita sebagai tanda penyerahan.

Melihat bantuan tersebut, Azis tak mampu menahan emosi. Ia terlihat menangis dan memeluk salah satu relawan yang menyerahkan kendaraan tersebut.

“Alhamdulillah Ya Allah, senang banget saya."

"Setelah sekian lama kurang lebih enam bulan gowes, akhirnya ada orang baik yang memberikan motor, saya benar-benar terharu,” ujar Azis di lokasi acara, dikutip dari Kompas.com.

Bantuan tersebut menjadi titik balik bagi Azis yang sebelumnya harus menempuh perjalanan sekitar enam kilometer setiap hari dari Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat menuju Penjaringan, Jakarta Utara dengan sepeda pinjaman.

Kondisi itu dijalani sejak motor pribadinya hilang pada November 2025.

Selama masa tersebut, Azis tidak hanya berjuang sebagai >guru honorer, tetapi juga tetap mengantarkan anaknya ke sekolah dengan cara yang sama.

Sepeda lipat yang digunakannya merupakan pinjaman dari keluarga.

Dengan adanya sepeda motor ini, Azis berharap aktivitas mengajar dan mobilitas sehari-hari menjadi lebih ringan, termasuk saat membimbing anaknya.

“Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan buat kita semua dan khususnya buat orang-orang baik yang telah memberikan ini,” kata Azis.

Meski menerima bantuan, Azis tetap menyinggung kondisi guru honorer lain yang mungkin masih menghadapi situasi serupa.

Ia berharap ada perhatian lebih luas terhadap kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.

Di sisi lain, relawan Gerak Bareng, Ahmad Zaki, mengatakan bantuan tersebut lahir dari kepedulian publik setelah kisah Azis viral di media sosial.

“Menurut saya ini semestinya tidak terjadi di Jakarta. Jarang ada guru yang harus menggowes sampai 10 kilometer, apalagi setelah motornya hilang dicuri. Tapi beliau tetap mengajar setiap hari,” ujar Zaki.

Ia menambahkan, Azis tidak hanya dikenal sebagai guru, tetapi juga aktif sebagai pengajar ngaji dan dai di lingkungan tempat tinggalnya di Tegal Alur.

Karena itu, menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi tersebut.

“Ini perjuangan yang luar biasa di tengah kondisi di mana kita sama-sama sedang berjuang mendidik generasi muda,” pungkas Zaki.

(Kompas.com/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.