Sejak Hoaks Flu Burung di Tarakan, Penjual Ayam Akui Sepi Pembeli: Orang Hati-hati Masuk Pasar
Junisah April 23, 2026 02:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Pasca beredar narasi hoaks temuan flu burung termasuk termasuk larangan membeli ayam di pasar, mengakibatkan pembeli ayam potong sepi di Pasar Tenguyun Tarakan Kalimantan Utara.

Pantauan TribunKaltara.com di Pasar Tenguyun, tampak lapak penjual ayam potong sepi pembeli. Hal ini pun diakui Yusran salah satu penjual ayam potong. 

Yusran mengaku, adanya informasi hoaks tersebut sangat berpengaruh terhadap penjualan ayam potong. 

"Akibat informasi yang tidak jelas. Pengaruhnya pembeli ini, orang mau masuk pasar mungkin hati-hati, takut-takut karena informasi tidak jelas itu kan," ujhar pria yang akrab disapa Bapak Rian.

Begitu pula yang dirasakan salah seorang ibu penjual ayam potong, ia sangat kesal dan emosi dengan narasi hoaks flu burung yang tersebar di media sosial, karena berdampak dengan pembelian ayam yang sepi.

Baca juga: Breaking News, Kadis Kesehatan Jelaskan soal Hoaks Flu Burung di Tarakan

"Kurang ajar itu yang posting sembarangan," ungkapnya tak bisa menahan emosinya lantaran narasi hoaks beredar.

Yusran mengatakan, informasi hoaks dimulai dari kemarin tepatnya Rabu (22/4/2026). Setelah menerima informasi itu, ia segera menghubungi rekannya di Pasar Gusher. Ternyata informasi didapatkan sama.

"Hari ini yang sangat berpengaruh sekali.  Sepi sekali. Karena masyarakat dengar isu flu burung itu. Katanya pengambilan sampel dari 14 April sedangkan selama satu tahun ini kami tidak ada pengambilan sampel," beber Rian.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosuak dinilai sangat merugikan dan meresahkan. Pedagang ayam mengharapkan agar persoalan ini clear  dan diklarifikasi oleh pihak yang memposting hal tersebut.

"Dinkes Tarakan itu setiap tahuh biasanya memang ada ambil sampel ayam. Tapi ini tidak ada pengambilan sampel. Makanya saya teman-teman ada yang ambip sampel kah, jawabannya tidak ada," urainya.

Ia mengungkapkan, biasanya Dinkes Tarakan lanjutnya untuk pengambilan sampel, disampaikan dan hasilnya nanti ada diberikan surat hasil sampel ayam. 

"Ada nama kami sendiri masing-masing. Sedangkan ini tidak ada. Ini saya hubungi teman di Gusher nanti yang di Gusher hubungi Dinkes," ujarnya.

Yusran penjual ayam potong di Tarakan 23042026
PEMBELI AYAM SEPI- Yusran alias yang akrab disapa Bapak Rian saat diwawancarai media, Kamis (22/4/2026) di Pasar Tenguyun Tarakan, Kalimantan Utara akui sepi pembeli..

Diakuinya di Pasar Gusher juga sama kondisinya sepi pembeli karena informasi tidak benar. "Dari pagi belum ada bergerak," keluhnya.

Kurang lebih ada empat lapak. Namun ia juga menyampaikan apresiasi jika benar pihak Dinkes Tarakan sudah menggelar konferensi pers memberikan penjelasan yang sebenarnya terkait informasi flu burung.

"Karena yang tersebar mulai kemarin. Biasanya mulai pagi jam enam. Normalnya biasanya habis sampai 30 ekor sudah laku pagi-pagi. Ini saya motong 20 ekor masih belum laku sampai siang. Sangat berpengaruglah. Kalau tidak laku, disimpan di freezer," akunya.

Tentunya beda harga jika disimpan di freezer dan kemungkinan beda harga alias bisa turun harga. Rekannya sesama penjual ayam memang ada laku namun itu pelanggan yang datang membeli.

"Adanya langganan yang ambil, pembeli yang umum tidak ada datang itu pun langganan ambil sedikit saja," tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.