Isu Flu Burung Meresahkan Masyarakat, Dinkes Tegaskan Tidak Pernah Ditemukan di Tarakan
Junisah April 23, 2026 03:14 PM

 

Dinkes Tarakan Beri Penjelasan Penularan Flu Burung, Harapkan Masyarakat Bijak Sebar Informasi di Media Sosial

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN -Kepala Dinkes Tarakan (Dinkes) Tarakan dr Devi Ika Indriarti menegaskan larang makan daging ayam di tengah isu flu burung yang beredar di media sosial di Tarakan Kalimantan Utara itu adalah hoaks atau informasi tidak benar.

Kepala Dinkes Tarakan tidak menampik, oknum yang menyebarkan informasi soal isu flu burung di Tarakan dan membuat pernyataan sangat meresahkan masyarakat, sehingga pihaknya pun haus melakukan klarifikasi kepada masyarakat. "Akhirnya kami harus melakukan klarifikasi," ucapnya, Kamis (23/4/2026). 

Berbicara kasus  flu burung pada manusia dr Devi Ika Indriarti sekali lagi menegaskan tidak pernah ditemukan kasus flu burung  di Tarakan. Jadi masyarakat di Tarakan harus mengetahui informasi ini.

"Yang perlu diperhatikan masyarakat yang penting, jangan takut sama flu burung saja, tapi takut juga sama sakit diare,  keracunan makanan kalau masak ayamnya tidak benar. Jadi sekali lagi, tidak ada larangan untuk membeli ayam dimanapun. Yang penting ayamnya itu adalah ayam yang sehat dan segar," beber dr Devi Ikan Indriarti.

Baca juga: Sejak Hoaks Flu Burung di Tarakan, Penjual Ayam Akui Sepi Pembeli: Orang Hati-hati Masuk Pasar

Ia menjelaskan jika daging ayam dikonsumsi tidak sampai matang atau tidak ada kasus flu burung, bisa berdampak pada sakit diare yang bisa dialami. 

"Jadi harus tahu memilih ayam yang baik seperti apa. Kemudian bagaimana memasaknya itu, diharapkan memasaknya itu sampai matang. Jadi bukan hanya kita takutkan adanya  diare kalau misalnya masaknya tidak benar," ujarnya.

Menurutnya masyarakat yang biasa membeli dan memasak daging ayam secara visual pastinya akan menemukan perbedannya.

"Pasti sudah berpengalaman untuk melihat bagaimana ayam yang baik, memasak makanannya itu harus sampai matang, jangan sampai masih ada darahnya. Itu kan yang membahayakan masyarakat," jelasnya.

Berbicara surat edaran soal flu burung yang beredar diberikan kepada Kepala Puskesmas melalui aplikasi Srikandi dari Dinkes Tarakan. Surat edaran itu bukan konsumsi masyarakat karena dikhawatirkan ketika sampai di masyarakat jadi salah persepsi dan menimbulkan keresahan.  

Baca juga: Breaking News, Kadis Kesehatan Jelaskan soal Hoaks Flu Burung di Tarakan

"Takutnya tidak paham jadi salah persepsi," jelasnya. 

Ia menjelaskan flu burung, adalah salah satu virus yang bisa menyebar dari hewan ke manusia dan itulah diperlukan kewaspadaan dini. Namun poin yang ingin disampaikan adalah kasusnya tidak pernah ditemukan di Indonesia dan Tarakan sehingga jangan sampai informasi yang disampaikan bisa meresahkan.

 "Di Tarakan ini tidak ditemukan. Bisa menular ke manusia,  bahwa kalau misalnya kita masak makanannya dengan baik sampai mateng, itu tidak menular sama manusianya. Misalnya hewannya itu positif, ya jelek-jeleknya positif, tapi dia tidak menular ke manusia lalau dia dimasak dengan baik sampai mateng  karena udah mati virusnya," tegasnya.

Langkah dilakukan Dinkes Tarakan saat ini mengingatkan masyarakat agar saat di media sosail hati-hati memberikan informasi.

PENJUAL AYAM POTONG- Sejumlah penjual ayam potong di Pasar Tenguyun Tarakan Kalimantan Utara, salah satunya Yusran alias yang akrab disapa Bapak akui sepi pembeli, Kamis (23/4/2026).
PENJUAL AYAM POTONG- Sejumlah penjual ayam potong di Pasar Tenguyun Tarakan Kalimantan Utara, salah satunya Yusran alias yang akrab disapa Bapak akui sepi pembeli, Kamis (23/4/2026). (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

"Tapi kalau misalnya teman-teman Puskesmas yang menyebarkan, nanti kan pasti dia membuat edukasinya beda-beda. Misalnya cara  memasak makanan itu harus matang," lanjutnya.

Ditanya apakah ada upata ke ranah hukum untuk hal tersebut, ia belum melangkah ke sana. 

"Cuma ya maksudnya itu jadi pembelajaran untuk yang menyebarkan ini ya bahwa hati-hati.  Nanti lama-lama bisa  ke ranah hukum kalau misalnya  bisa menimbulkan iehebohan yang lebih luas gitu kan," jelasnya.

Informasinya mulanya itu diposting di media sosial Facebook oleh salah satu akun.   emilik Facebook belum diketahui siapa.

 "Kami klarifikasi dulu hari ini, dibersihkan dulu informasinya agar tidak salah persepsi. Ini  banyak masyarakat pasti banyak yang menanyakan karena itulah karena kesimpangsiuran informasi itu akan menyebabkan masyarakat salah paham. Apalagi ada kata-kata jangan beli ayam di Pasar Tengguyun. Padahal kan tidak ada pernah kami mengeluarkan statement larangan untuk makan ayam, membeli ayam," tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.