Calon Jemaah Haji Termuda Pringsewu Aqila Gantikan Almarhum Ayah Dampingi Ibu ke Tanah Suci
taryono April 23, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Kesibukan sebagai pelajar tidak menghalangi Aqila Anindhita Aningtyas Pertiwi (15), calon jemaah haji termuda asal Pringsewu, untuk mempersiapkan diri berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Di tengah padatnya jadwal sekolah full day, ia tetap menjalani manasik haji sekaligus menjaga kesiapan fisik dan mentalnya.

Aqila dijadwalkan berangkat bersama ibundanya, Siti Suharti Suroto, dalam Kloter JKG 21. 

Keduanya akan masuk Asrama Haji Islamic Centre Rajabasa pada Jumat, 8 Mei 2026, dan tergabung dalam Rombongan 8 Kloter JKG 21 yang dibimbing oleh KBIH Nurul Huda Pringsewu.

Keberangkatan Aqila memiliki kisah tersendiri. 

Ia menggantikan posisi almarhum ayahnya, Suratno, yang wafat pada 19 September 2025. 

Sejak saat itu, Aqila diminta untuk mendampingi sang ibu menunaikan ibadah haji.

“Perasaan saya sangat terharu sekaligus sedih karena berangkat menggantikan bapak. Saya ingin menemani ibu agar tetap kuat,” ujar Aqila kepada Tribun Lampung, Kamis (23/4/2026).

Sebagai siswi SMAN 1 Ambarawa dengan jadwal belajar pukul 07.00 hingga 15.30 WIB, Aqila harus pandai mengatur waktu. 

Sepulang sekolah, ia masih mengikuti bimbingan belajar di Pringsewu, sementara tugas sekolah dikerjakan pada malam hari.

Untuk persiapan ibadah haji, Aqila memanfaatkan waktu akhir pekan. 

Setiap Sabtu, ia belajar mandiri dengan membaca buku panduan haji serta menghafal doa-doa dari KBIH. 

Sementara pada hari Minggu, ia bersama ibunya rutin mengikuti manasik di KBIH Nurul Huda.

Tak hanya persiapan materi ibadah, Aqila juga menjaga kondisi fisik. 

Ia rutin berolahraga ringan seperti senam dan lari pagi setiap akhir pekan. 

Pola makan sehat dan teratur juga ia jaga, termasuk menghindari jajanan sembarangan serta mengonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Meski sempat diliputi rasa cemas dan takut, Aqila mengaku mendapatkan dukungan penuh dari sang ibu dan teman-temannya di sekolah. 

Dukungan tersebut membuatnya semakin mantap untuk menjalankan ibadah haji.

Motivasi utamanya adalah berbakti kepada orangtua, khususnya sang ibu. 

Ia ingin menjadi pendamping yang kuat selama ibadah haji sekaligus mendoakan almarhum ayahnya agar diampuni dosa dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Selain itu, Aqila juga memiliki harapan pribadi untuk menjadi anak yang sholehah, sehat, serta dapat melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Sepulang dari Tanah Suci, Aqila bertekad membawa perubahan positif dalam hidupnya. 

Ia ingin lebih disiplin dalam menjalankan salat lima waktu tepat waktu, memperbanyak doa dan kebaikan, serta mengajak teman-temannya untuk tidak meninggalkan kewajiban ibadah dan terus berbakti kepada orangtua.

(Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.