TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Balai Benih Ikan (BBI) air tawar Donggla difokuskan untuk produksi benih ikan air tawar seperti ikan nila dan ikan mas.
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf mengatakan pemilihan jenis ikan disesuaikan dengan kondisi ekosistem Danau Rano yang berada di sekitar lokasi.
Untuk itu, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala mengoptimalkan fungsi Balai Benih Ikan (BBI) air tawar di Desa Rano, Kecamatan Balaesang Tanjung, untuk mendukung kebutuhan benih berkualitas bagi masyarakat.
Ali Assegaf menambahkan pembangunan BBI tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan fasilitas perikanan pascapemekaran daerah.
“Dulu kita juga memiliki balai benih di Tokorindau, namun setelah pemekaran harus membangun kembali dari nol. Sekarang sudah kita siapkan di Balaesang Tanjung,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Popda 2026 Kabupaten Buol Digelar 24–31 Agustus untuk 4 Cabang Olahraga
“Kami tidak mengembangkan ikan lele atau bawal karena berpotensi mengganggu ekosistem, mengingat sifatnya yang kanibal,” jelas Ali.
Ali menegaskan, BBI hanya difungsikan sebagai tempat produksi benih, bukan untuk pembesaran ikan.
Masyarakat yang membutuhkan benih berkualitas dapat langsung mengakses layanan di balai tersebut.
“Kalau butuh benih ikan air tawar yang berkualitas, bisa langsung ke balai benih di Rano,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan BBI diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan air tawar serta mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan pembudidaya di Donggala.
Fasilitas tersebut telah dibangun sekitar tiga tahun lalu dan kini terus dimaksimalkan pemanfaatannya. (*)