Ujian Ramah Disabilitas, UNM Siapkan Pendamping dan Fasilitas Khusus di UTBK 2026
Ari Maryadi April 23, 2026 08:09 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Negeri Makassar (UNM) tidak hanya berbicara tentang angka kelulusan dan persaingan akademik.

Terdapat upaya serius menghadirkan pengalaman ujian yang ramah dan manusiawi bagi peserta berkebutuhan khusus.

Sejak awal pelaksanaan, UNM menyiapkan skema pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta disabilitas.

Pada sesi 3, misalnya, peserta tunarungu dan tunawicara mengikuti ujian dengan dukungan pendamping di dalam ruangan.

Para pendamping ini bukan sekadar pengawas, tetapi juga fasilitator komunikasi yang membantu peserta memahami instruksi selama ujian berlangsung.

Salah satu bentuk perhatian terlihat pada peserta tunanetra yang mengikuti ujian di ruang khusus di Menara Pinisi dan gedung fakultas.

Meski menggunakan perangkat komputer standar, mereka mendapatkan dukungan audio khusus yang membantu dalam membaca soal.

Pendamping yang berasal dari dosen Program Studi Pendidikan Khusus UNM turut memastikan proses berjalan lancar tanpa mengurangi independensi peserta.

Menariknya, pada sesi 5 sempat ditemukan satu peserta yang terdaftar sebagai disabilitas, namun setelah verifikasi dinyatakan dalam kondisi normal.

Peserta tersebut mengakui adanya kekeliruan saat pengisian data secara daring.

Temuan ini menjadi bagian dari proses validasi yang dilakukan untuk menjaga ketepatan layanan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam pelaksanaan ujian inklusif.

Menurutnya, ujian harus berlansung adil dan nyaman bagi seluruh peserta sehingga tidak ada yang merasa dirugikan karena situasi dan kondisi tertentu.

“Kami ingin memastikan setiap peserta merasa dihargai dan difasilitasi sesuai kebutuhannya. Ini bukan hanya soal ujian, tetapi tentang pengalaman yang adil dan bermartabat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., menambahkan bahwa kesiapan pendamping menjadi faktor penting.

Lebih lanjut, Prof. Andi Aslinda menyatakan bahwa dosen yang diberi tugas mendampingi dipastikan memiliki kemampuan untuk menjawa kebutuhan peserta berkebutuhan khusus.

“Pendamping kami berasal dari tenaga ahli yang memahami kebutuhan disabilitas, termasuk kemampuan bahasa isyarat. Ini memastikan komunikasi tetap berjalan efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengawas UTBK-SNBT 712 UNM, Prof. Dr. Abdul Saman, M.Si., Kons., menilai bahwa pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap kenyamanan peserta. 

“Ketika peserta merasa didukung, mereka dapat lebih fokus menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.

Pihak UNM menunjukkan bahwa pelaksanaan ujian nasional dapat berjalan tidak hanya profesional, tetapi juga penuh empati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.