TRIBUNNEWS.COM – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Hadiki Habib buka suara tentang spanduk “Rising Lion” yang dipasang Israel di Rumah Sakit (RS) Indonesia di Beit Lahia, Jalur Gaza bagian utara, Palestina.
MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan netral dan mandiri yang berfokus pada kegawatdaruratan medis dan didirikan pada tahun 1999. Organisasi ini aktif dalam misi kemanusiaan domestik maupun internasional (perang, konflik, bencana), termasuk mengirimkan tim medis ke Gaza dan mengelola RS Indonesia di Gaza.
Hadiki berkata spanduk “Rising Lion” dipasang oleh tentara Israel pada awal April 2026, bertepatan dengan hari Paskah Yahudi.
Spanduk itu bertuliskan “Lihatlah, suatu kaum yang bangkit seperti singa betina, yang mengaum seperti singa jantan''.
“Tentu ini merupakan sebuah usaha provokasi dalam rangka mempengaruhi atau menurunkan semangat masyarakat Gaza itu sendiri,” kata Hadiki dalam acara Kompas Petang di Kompas TV, Kamis, (24/4/2026).
Hadiki menyebut MER-C sangat marah atas pemasangan spanduk itu karena rumah sakit dimanfaatkan oleh Israel sebagai sarana propaganda. Menurut dia, RS Indonesia tidak hanya sebuah bangunan, tetapi juga simbol solidaritas masyakat Indonesia terhadap masyarakat Gaza.
“Kita tahu selama genosida di Gaza sejak 2023 sampai 2025, RS ini terus-menerus berusaha menjalankan fungsinya menjadi garda kemanusiaan di wilayah utara. Jadi, usaha yang sekarang dikerjakan oleh tentara penjajah Israel ini memang sebuah propaganda,” ujar dia.
Gedung RS Indonesia, kata Hadiki, hingga saat ini masih berdiri. Hanya saja gedung memang dikosongkan. Pada bulan Juni 2025 fasilitas medis di sana dipindahkan untuk digunakan RS lain di Gaza.
Hadiki berkata, berdasarkan informasi yang didapatkannya, tidak ada aktivitas di RS Indonesia, baik oleh tenaga kesehatan, masyarakat, di Gaza maupun tentara pendudukan Israel.
Mengenai spanduk “Rising Lion”, Hadiki menyebut per 21 April sudah dicopot atau tidak dipasang lagi di gedung RS Indonesia.
Baca juga: Menlu RI Kecam Provokasi Israel Bentangkan Spanduk Rising Lion di RS Indonesia Gaza
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono mengecam keras aksi militer Israel yang membentangkan spanduk "RIsing Lion". Menurutnya, tindakan itu sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan.
Rising Lion merupakan kode resmi kampanye militer Israel melawan Iran, sekaligus menandai transisi Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan Israel ke-78.
Sugiono menegaskan, meski pengelolaan RS Indonesia telah diserahkan dari MER-C ke otoritas Palestina, fasilitas kemanusiaan tidak boleh dijadikan medium propaganda perang.
“Walaupun sudah diserahkan dari MER-C Indonesia ke Palestina, itu merupakan satu instalasi kemanusiaan yang tidak boleh dimasukkan dalam propaganda perang,” kata Sugiono di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis, (23/4/2026).
Kemlu RI menilai penggunaan simbol militer di atas reruntuhan rumah sakit adalah bentuk provokasi.
“Penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit yang telah dihancurkan, terlebih dengan mengaitkannya pada operasi militer tertentu, merupakan tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan,” kata Kemlu dalam pernyataan resmi, Rabu, (22/4/2026).
(Tribunnews/Febri/Danang Triatmojo)