Hanya saja, meskipun harganya melambung, ternyata barangnya cukup sulit ditemukan di pasaran.
Selanjutnya sebanyak 19 pegawai di lingkungan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DSEDM) Jawa Timur mengembalikan uang senilai Rp707 juta kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Terakhir Tsany Zahratussita harus membagi waktu antara kuliah, karier sebagai atlet kriket, dan merawat ibunya yang menderita tumor otak.
Untuk bertahan hidup, Tsany membantu ibunya berjualan bunga mawar hasil budidaya sendiri.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: Kelangkaan LPG Nonsubsidi hingga Mahasiswa Segel Ruang Aspirasi DPRD Tulungagung
Harga minyak goreng merek MinyaKita melambung tinggi di Kabupaten Jember.
Hanya saja, meskipun harganya melambung, ternyata barangnya cukup sulit ditemukan di pasaran.
"Iya, dari pantauan kami, harga MinyaKita memang naik signifikan. Bahkan beberapa waktu lalu sempat di harga Rp 22.000 per liter. Hari ini rata-rata harganya di kisaran Rp 18.570 per liter," ujar Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto kepada Tribun Jatim Network, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan rekaputilasi harian harga bahan pokok dan penting di pasar tradisional Jember yang dimiliki oleh Komisi B yang bermitra dengan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Pemkab Jember, harga MinyaKita tertinggi ditemukan di Pasar Rambipuji, Umbulsari, dan Sempolan, juga Pasar Menampu.
Di keempat pasar ini tercatat harga MinyaKita di kisaran Rp 22.000 per liter di 23 April 2026.
Meskipun jika diambil rata-rata dari semua pasar, harga MinyaKita di Kabupaten Jember di harga Rp 18.570
Harga ini jelas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita yakni Rp 15.700.
Komisi B DPRD Jember, kata Candra, terus memantau pergerakan harga bahan pokok dan penting di Kabupaten Jember, karena menjadi sektor kerja mereka, dan komoditas tersebut berhubungan sehari-hari dengan masyarakat.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: Pengakuan ASN Selingkuh hingga Sosok Pemilik Kotak Styrofoam Dikira Peledak
Sebanyak 19 pegawai di lingkungan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DSEDM) Jawa Timur mengembalikan uang senilai Rp707 juta kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Para pegawai di salah satu lingkup Pemprov Jawa Timur, diyakini menerima dana hasil tindak pidana korupsi, dari salah satu tersangka.
Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Wagiyo, mengatakan, jumlah total uang yang terkumpul sementara adalah sebesar Rp707 juta.
“Tadi pagi ada 19 orang yang beramai-ramai mengembalikan uang tunai,” ujar Wagiyo, ditemui di Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis sore (23/4/2026).
Ia menerangkan, pengembalian uang tunai tidak lepas dari upaya penggeledahan pada Senin (20/4/2026), dari pukul 14.30 WIB sampai 20.00 WIB, atau berlangsung selama 6 jam.
Hasilnya ditemukan menemukan catatan pembagian keuangan, dan tulisan disposisi pimpinan yang merupakan perintah tidak sah, didapat di ruang Kepala Dinas ESDM dan Kabid Pertambangan.
“Dari penggledahan tersebut penyidik menemukan persesuaian fakta hukum yang sebelumnya telah ditemukan. Yakni ada aliran uang pungli perizinan tambang secara rutin, dibagikan kepada seluruh staf di bidang pertambangan,” bebernya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: Siasat Pemuda Raup Untung Rp91 Juta hingga 8 Pembacok Kades yang Tak Ditahan
Wangi semerbak mawar menyambut langkah siang itu di sebuah rumah sederhana di Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri Jawa Timur.
Di halaman yang dipenuhi pot bunga warna-warni suasana terasa hangat meski matahari cukup terik.
Di tengah deretan mawar yang tertata rapi, dua sosok perempuan dengan senyum tulus menyapa dan menyambut setiap orang yang datang.
Mereka adalah Tsany Zahratussita dan ibunya, Maftukhatul Khoiriyah bersama-sama merawat harapan di antara kelopak bunga yang mereka budidayakan.
"Silahkan masuk, maaf agak kotor," kata Tsany sambil membukakan pintu, Kamis (23/4/2026).
Setelah mempersilahkan duduk, siswi yang akrab disapa Tsany ini mulai menceritakan kisah hidupnya yang penuh semangat.
Tsany mengaku harus membagi fokus antara mengejar pendidikan, meniti karier sebagai atlet kriket, serta membantu merawat ibunya yang tengah berjuang melawan penyakit tumor otak.
Sehari-hari, Tsany membantu ibunya yang kini berusia 48 untuk berjualan tanaman bunga mawar di rumah.
Usaha tersebut telah dijalankan selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Tanaman bunga mawar yang dijual berasal dari budidaya sendiri, termasuk jenis mawar Kalimantan tanpa duri, Malang dan lokal dengan harga bervariasi mulai Rp 15.000 hingga Rp 40.000 per tanaman.
"Saya membantu ibu jualan bunga sekaligus merawat tanaman. Ini untuk tambahan biaya sehari-hari," kata perempuan 18 tahun ini.
Kondisi sang ibu yang tengah berjuang untuk melawan tumor membuat Tsany harus mengambil peran lebih besar di rumah, mulai dari merawat tanaman, memasak, hingga mengurus kebutuhan keluarga.
Apalagi, sejak ayahnya meninggal dunia, beban ekonomi keluarga sepenuhnya berada di pundak sang ibu.
Tak berhenti di situ, sang kakak belum lama ini juga mengalami kecelakaan lalu lintas ketika naik sepeda motor.
Akibatnya, rahang kakak Tsany harus mendapat operasi dari tenaga medis.
BACA SELENGKAPNYA >>>