BANJARMASINPOST.CO.ID- KOPER jemaah calon haji (calhaj) asal Banjarmasin, yang tersusun rapi di ruang pemeriksaan, dibuka kembali. Petugas menemukan sejumlah barang terlarang, mulai dari rice cooker hingga pemanas air, dalam bagasi kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Banjarmasin, Kamis (23/4).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan Eddy Khairani menyebut temuan tersebut masih terjadi meski sosialisasi telah dilakukan. Barang tersebut dilarang karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.
Oleh karena itu seluruh barang bawaan, baik bagasi maupun kabin,diperiksa secara ketat sebelum keberangkatan.
“Ini bukan hanya soal aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan bersama dalam penerbangan,” tegasnya.
Selain faktor keamanan, larangan membawa peralatan memasak juga didasarkan pada kebutuhan jemaah yang sebenarnya sudah terpenuhi selama di Tanah Suci. Seluruh konsumsi telah disiapkan oleh penyelenggara haji secara terjadwal.
Baca juga: Calon Jemaah Haji Kalsel Ingat Jangan Bawa Barang-Barang Ini, Masih Ada Kedapatan Bawa Pemanas Air
Baca juga: Satu Jemaah Calon Haji Banjarmasin Meninggal Dunia Jelang Masuk Asrama, 4 Anggota Kloter 1 Diganti
“Jemaah tidak perlu membawa alat masak. Semua konsumsi sudah disediakan, jadi jemaah bisa fokus beribadah,” jelas Eddy.
Ia juga mengingatkan, keberadaan barang terlarang dalam koper dapat menghambat proses keberangkatan. Petugas harus membuka kembali bagasi untuk mengeluarkan barang tersebut, yang berpotensi memakan waktu tambahan.
“Kalau saat screening ditemukan, pasti kami keluarkan. Ini bisa berdampak pada keterlambatan kalau tidak diantisipasi sejak awal,” katanya.
Tak hanya bagasi, aturan ketat juga berlaku untuk barang bawaan kabin. Sejumlah barang benda tajam seperti gunting, pisau lipat, hingga cutter, tidak diperkenankan dibawa ke dalam pesawat.
Selain itu, cairan dengan volume lebih dari 100 mililiter, aerosol, parfum dalam kemasan besar, hingga power bank yang tidak sesuai standar juga termasuk dalam daftar larangan.
Eddy mengimbau jemaah agar lebih teliti dalam menyiapkan barang bawaan sebelum masuk asrama maupun bandara, agar proses pemeriksaan berjalan lancar.
“Kami minta jemaah benar-benar memperhatikan isi tas, baik bagasi maupun kabin. Jangan sampai ada barang terlarang yang menghambat keberangkatan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengapresiasi kinerja petugas yang terus melakukan pemeriksaan secara ketat dan konsisten sejak kloter
pertama.
Menurutnya, kedisiplinan semua pihak menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini, khususnya dari Embarkasi Banjarmasin. (msr)