TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) senilai total Rp129 juta kepada 47 penerima manfaat di Komplek Pendopo Museum RA Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2026). Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Bidang III Sosial Budaya Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos Fatma Saifullah Yusuf. Penyerahan itu dilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja Seruni ke Rembang.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Pembina Seruni Kabinet Merah Putih Selvi Gibran Rakabuming, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Ketua Umum Seruni Tri Tito Karnavian, serta sejumlah ibu Seruni lainnya.
Rangkaian kunjungan kerja diawali dengan peninjauan ke Desa Pasar Banggi, Rembang. Di lokasi tersebut, para ibu Seruni meninjau layanan cek kesehatan gratis bagi anak-anak dan tes inspeksi visual asam asetat (IVA) untuk perempuan dewasa.
Setelah itu, rombongan juga meninjau bazar produk usaha mikro kecil dan Menengah (UMKM) hasil olahan laut yang dikelola ibu-ibu warga setempat. Cuaca cerah di lokasi semakin menambah semangat rombongan dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Kemensos Fokus Pulihkan Eks Napiter, Gus Ipul Dorong Pendekatan Humanis
Selain berbelanja aneka produk UMKM, Fatma bersama beberapa ibu Seruni juga sempat berinteraksi dengan siswa sekolah dasar (SD) yang hadir di lokasi. Di pinggir pantai, mereka berfoto bersama dan menyanyikan lagu "Ibu Kita Kartini".
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke komplek Museum RA Kartini. Di lokasi itu, Fatma menyerahkan secara simbolis bantuan Atensi kepada lima penyandang disabilitas.
Kelima penerima manfaat tersebut terdiri dari Intan Novita Sari Purnomo (26), penyandang disabilitas fisik yang menerima bantuan laptop, dan Siti Nur Inayah (51) yang mendapatkan bantuan usaha berupa jamu freezer.
Bantuan juga diberikan kepada Qoblidoh Nur Awaliyah (23) berupa mesin obras untuk usaha menjahit, Widya Dwi Nurlita (21) berupa perlengkapan merajut, serta Siti Sa'adah (54) berupa perlengkapan membuat kue, seperti mixer dan oven.
Fatma berharap, bantuan yang diberikan dapat benar-benar dimanfaatkan oleh para penerima untuk mengembangkan usahanya. Ia juga ingin bantuan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat di Rembang.
Baca juga: Kemensos Gaet Berbagai Pihak, Perkuat Pemberdayaan Petani Porang NTB
"Harapannya, semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu meningkatkan usaha saudara-saudari kita di Rembang," kata Fatma.
Secara keseluruhan, bantuan yang diberikan terdiri dari 24 paket nutrisi dan perlengkapan sekolah, dua alat bantu berupa kursi roda serta kruk, satu paket nutrisi, dan 20 paket kewirausahaan. Beragam jenis bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pelatihan pemasaran digital dan pameran produk UMKM berupa batik tulis Lasem oleh Selvi, Fatma, dan jajaran Seruni. Usai peninjauan, sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan Seruni mengikuti upacara Kirab Pataka Kartini.
Prosesi upacara digelar dengan nuansa adat Jawa Tengah yang kental, diiringi musik gamelan, serta penggunaan bahasa Jawa krama inggil selama upacara berlangsung. Suasana tersebut menegaskan nilai budaya lokal yang melekat erat pada peringatan Hari Kartini di Rembang.
Setelah upacara, rombongan bergerak menuju makam RA Kartini di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, untuk melakukan ziarah. Para ibu Seruni pun menaburkan bunga dan memanjatkan doa di makam tersebut.
Baca juga: Kolaborasi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Fatma menegaskan bahwa Hari Kartini menjadi momentum bagi para perempuan di seluruh Indonesia untuk mengenang sekaligus melanjutkan perjuangan RA Kartini. Ia mengajak perempuan Indonesia meneruskan semangat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita sebagai perempuan harus bisa meneruskan semangat perjuangan RA Kartini meski di era modern saat ini. Semangatnya mengajarkan kita untuk terus maju, berani bersuara, dan memperjuangkan kesetaraan," ujar Fatma.
Fatma juga mengajak perempuan Indonesia untuk saling mendukung sekaligus membawa perubahan positif bagi lingkungan di sekitarnya. Menurut dia, semangat tersebut menjadi bentuk konkret pelanjutan perjuangan RA Kartini di era modern.
"Mari kita lanjutkan perjuangan ini dengan menjadi versi terbaik diri kita, saling mendukung, dan membawa perubahan positif bagi sekitar," tuturnya.