TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pabrik pengolahan sabut kelapa di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, ludes terbakar, Kamis (23/4/2025) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Nilai kerugian akibat peristiwa kebakaran ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Kepala Desa Ngoran, Imam Saiful mengatakan, peristiwa kebakaran pabrik pengolahan sabut kelapa diketahui sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat kebakaran terjadi, kondisi pabrik sedang kosong tidak ada pekerja.
Baca juga: Modus Ketua DPRD Magetan Suratno Dkk Gunakan Dana Pokir Rp 335,8 Miliar dan Jadi Tersangka Korupsi
"Kebetulan tiap malam jumat pabrik libur, tidak produksi," katanya.
Dikatakannya, barang yang terbakar, yaitu, cocofiber yang sudah siap ekspor ke New Zealand.
Nilai kerugian akibat peristiwa kebakaran ditaksir mencapai Rp 100 juta.
"Barang yang terbakar cocofiber yang siap ekspor ke New Zealand," ujarnya.
Pemilik pabrik, Purwoko mengatakan, belum tahu penyebab kebakaran di pabrik pengolahan sabut kelapa miliknya.
Saat itu, di pabrik tidak ada pekerja karena libur tidak produksi.
"Kebetulan malam jumat produksi libur. Tidak tahu api dari mana, tiba-tiba sudah berkobar," katanya.
Dikatakannya, barang yang terbakar, yaitu, sekitar tiga kontainer cocofiber yang sudah siap kirim.
"Kerugian sekitar Rp 100 jutaan. Kalau kendaraan tidak ada yang terbakar, mungkin dinamo. Usaha ini baru jalan sekitar setahunan," ujarnya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)