Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, gencar memperjuangkan program Pemerintah Pusat (Pempus) hingga kini, Jumat (24/4/2026).
Salah satunya dengan mendatangi secara langsung Mentri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) guna memperjuangkan program Revitalisasi Rumah Adat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fachri diterima langsung oleh Fadli Zon selalu Menteri Kebudayaan RI.
Baca juga: Biodiesel B50 dalam Kerangka Ketahanan Energi dan Pangan
Baca juga: Sinergi Terangi Negeri: PLN dan Kementerian ESDM Nyalakan Bantuan Listrik di Desa Saleman
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari laporan tim yang sebelumnya diutus Pemkab SBT ke Jakarta untuk mempersiapkan serta menyampaikan proposal pembangunan fasilitas budaya tersebut.
Bupati Fachri menjelaskan, pembangunan rumah adat merupakan bagian penting dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat di Kabupaten SBT.
Ia menegaskan, keberadaan rumah adat tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk menghidupkan kembali kejayaan masa lampau di negeri-negeri adat yang ada di SBT.
“Di Pulau Seram itu kabupaten induknya Maluku Tengah. Sekitar 20 tahun lalu kemudian dimekarkan menjadi dua kabupaten baru, yakni Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, secara geografis SBT merupakan wilayah di Provinsi Maluku yang paling dekat dengan Papua, sehingga memiliki keragaman budaya yang sangat khas dan perlu dijaga.
Menurut Fachri, dalam pertemuan tersebut pihaknya telah membahas banyak hal terkait adat dan budaya di SBT bersama Menteri Kebudayaan.
“Kesimpulannya, semua hal positif terkait budaya yang masih ada di daerah kami harus dilestarikan. Salah satu cara konkret adalah melalui pembangunan rumah adat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, program pembangunan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait revitalisasi rumah adat di berbagai daerah.
Lebih lanjut, Fachri mengungkapkan bahwa model rumah adat yang direncanakan akan disesuaikan dengan karakteristik lokal masing-masing wilayah.
“Modelnya bermacam-macam, ada yang menggunakan kayu, ada juga yang kombinasi bahan lainnya, tergantung kearifan lokal setempat,” katanya.
Selain rumah adat, Pemkab SBT juga mengusulkan pembangunan sanggar seni sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang seni dan budaya.
Di sisi lain, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyambut baik inisiatif tersebut, meski di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah.
“Kita sama-sama tahu saat ini kita sedang efisiensi, tetapi apa yang bisa kita bantu tentu akan kita bantu,” ujarnya.
Dukungan dari pemerintah pusat ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan rumah adat dan sanggar seni di SBT.
Pemkab SBT optimistis, upaya ini akan menjadi tonggak penting dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkuat warisan budaya bagi generasi mendatang.(*)