Pemkot Yogyakarta Siapkan Lahan 2 Hektare untuk 'Taman Pintar II' di Umbulharjo
Joko Widiyarso April 24, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta mulai mematangkan rencana pembangunan destinasi edukasi baru di wilayah selatan, yang diproyeksikan sebagai "Taman Pintar II".

Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi wisatawan yang selama ini menumpuk di pusat Kota Pelajar, terutama kawasan Malioboro dan sekitarnya.

​Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan, pihaknya telah membidik lahan seluas hampir dua hektare di kawasan Umbulharjo, tepatnya di area belakang Pasar Ikan Higienis (PIH).

Lahan yang dikelilingi sungai tersebut dianggap cukup potensial, namun selama ini keberadaannya belum mampu dimanfaatkan secara optimal.

​"Kota Yogyakarta sisi selatan menurut saya perlu dikembangkan supaya destinasi wisata tidak menumpuk di tengah atau di utara. Saya sudah cek lokasinya, ada tanah hampir 2 hektare di belakang PIH yang ada pembenihan ikannya. Itu mau kita optimalkan," ujarnya, Jumat (24/6/26).

​Hasto menjelaskan, salah satu agenda utama dalam proyek ini adalah memindahkan Taman Lalu Lintas yang saat ini berada di area Terminal Giwangan. 

Langkah tersebut dilakukan agar kawasan terminal bisa berfungsi lebih maksimal sebagai simpul transportasi, sementara edukasi lalu lintasnya diperluas di lokasi baru.

​Menariknya, konsep yang diusung tidak hanya sekadar taman lalu lintas biasa, di mana Pemkot berencana mengembangkan sarana edukasi transportasi yang lebih komprehensif.

​"Taman Lalu Lintasnya saya pindah ke situ, tapi di-extend. Jadi, edukasi lalu lintasnya tidak hanya darat, tapi ada udara dan air juga. Nanti dijadikan satu dengan edukasi lain, seperti perikanan yang memang sudah ada existing di sana," jelasnya.

​Terkait aksesibilitas, Hasto mengakui saat ini lahan tersebut bisa dibilang masih terisolasi, lantaran belum memiliki jalan masuk yang cukup memadahi.

Prioritaskan pembangunan akses jalan

Oleh karena itu, pada tahun depan, Pemkot Yogyakarta akan memprioritaskan anggaran untuk pembangunan akses jalan, termasuk rencana menutup sebagian selokan di samping PIH untuk jalur masuk pengunjung.

​Disinggung mengenai besaran anggaran, Hasto menyebut saat ini Detailed Engineering Design (DED) tengah dalam proses penghitungan sebelum masuk rancangan APBD tahun depan.

​"DED-nya baru dihitung, tapi saya kasih deadline harus cepat. Mestinya April atau Mei sudah masuk hitungan untuk APBD tahun depan. Prinsip kita refocusing, kegiatan yang tidak penting kita tiadakan supaya bisa membangun dan mengubah wajah Kota Yogya sisi selatan," tegasnya.

​Selain bertujuan untuk pemerataan pembangunan dan menghidupkan wilayah selatan, proyek ini juga diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Hasto berkaca pada kesuksesan Taman Pintar di pusat kota yang selama ini menjadi salah satu penyumbang PAD yang signifikan bagi Kota Yogyakarta.

​"Jadi, tujuannya dua, untuk menghidupkan wilayah selatan, sekaligus meningkatkan PAD. Kita lihat Taman Pintar yang sekarang kan memberikan tambahan PAD yang tidak sedikit," pungkasnya. 

Apa itu Taman Pintar Yogyakarta?

Taman Pintar Yogyakarta adalah wahana edukasi, wisata, dan tempat bermain interaktif yang memadukan sains, teknologi, dan seni untuk anak-anak hingga dewasa.

Terletak di pusat kota Yogyakarta, tempat ini dibangun oleh Pemerintah Kota untuk menyediakan sarana pembelajaran yang menyenangkan dengan berbagai wahana interaktif seperti laboratorium sains, planetarium, dan area PAUD.

Tentang Taman Pintar:

Tujuan dan Konsep:

Tempat ini bertujuan mengenalkan sains sejak dini, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan inspirasi serta inovasi, terutama bagi siswa. Konsepnya adalah edutainment (pendidikan dan hiburan).

Wahana Utama:

Terdiri dari Gedung Oval, Gedung Kotak, PAUD, serta wahana pendukung seperti Planetarium (proyektor digital), zona lalu lintas, dan peragaan sains interaktif.

Fasilitas Lengkap:

Dilengkapi dengan food court, mushola, toilet, ruang laktasi, dan akses ramah disabilitas (seperti guiding block).

Lokasi:

Berada di Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, dekat Benteng Vredeburg dan Malioboro, membuatnya sangat mudah diakses.

Sejarah:

Diresmikan secara bertahap sejak 2006 dan grand opening pada 16 Desember 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Taman Pintar merupakan salah satu destinasi wisata edukasi favorit di Yogyakarta yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan metode belajar yang menyenangkan.  

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.