TRIBUNWOW.COM - Gol kontroversial Dewa United saat menghadapi Persib Bandung, Senin (20/4/2026), menjadi pembahasan Komite Wasit PSSI.
Sebelum gol terjadi, bola sempat terlihat keluar ketika mencoba dikejar Alexis Messidoro.
Dari tayangan layar televisi, bola memang keluar dari garis, namun wasit menilai bola masih di dalam, setelah dicek VAR.
Gol Alex Martins pada menit 24' setelah menerima umpan dari Messidoro pun disahkan.
Di media sosial, pembahasan terkait gol ini memanas, dan muncul berbagai perspektif, ada yang menilai keluar, ada juga yang sebaliknya.
Baca juga: Wasit Super Galak Pimpin Persib Vs Arema FC: 3 Kali Tangani Maung, Pernah Usir Luciano Guaycochea
Komite Wasit Sebut Bola Masih di Dalam Lapangan
Terkait hal itu, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa menjelaskan, bahwa bola belum keluar lapangan.
"Wasit diyakinkan oleh asisten wasit satu bahwa bola masih dalam permainan dan belum keluar lapangan," ujarnya, di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026), dikutip TribunWow.com dari BolaSport.
"Semua berawal dari angle pandangan."
"Jika kamu melihat bola ini dari arah kiri, pasti bola sudah keluar."
"Tapi kalau kamu melihat dari arah kanan, bola belum sepenuhnya keluar."
"Kalau kamu lihat bola ini dari arah tengah, tentu belum keluar," imbuhnya.
Samakan dengan Jepang Vs Spanyol di Piala Dunia 2022
Ogawa kemudian membandingkan kasus ini dengan gol Jepang, yang sah meski bola terlihat keluar lapangan.
"Kejadian ini sama seperti waktu Jepang di Piala Dunia 2022," ungkap Yoshimi Ogawa.
"Saat itu di Piala Dunia 2022 ada 50 kamera yang tersedia di lapangan."
"Hasil keputusannya gol itu sah, meskipun dari pengelihatan bola sudah keluar," sambungnya.
Ia pun berharap di masa mendatang, Liga Indonesia bisa memiliki teknologi kamera yang memperlihatkan detail goal line.
"Sayangnya di kompetisi kami ini belum ada goal line," pungkasnya.
Gol Kedua Dewa United Juga Sah
Kemudian, terkait gol kedua Dewa United yang juga kontroversial, Ketua Departemen Wasit PSSI, Pratap Singh menilai sah.
Pada gol kedua ini, sebelumnya Alex Martins terlihat hand ball, sebelum bola berbelok ke arah Noah Sadaoui, yang langsung dibawa ke pertahanan Persib Bandung.
Saat bola sapuan Julio Cesar mengenai Alex Martins, bukanlah sebuah handball.
"Wasit membiarkan permainan tetap berlanjut karena bola terdefleksi ke arah yang tidak terduga," ujarnya.
Sementara pemain Dewa United masih melanjutkan pergerakan hingga akhirnya tercipta gol," imbuh Pratap Singh.
Ia kemudian merujuk pada Pasal 12 Laws of the Game (LOTG) tentang pelanggaran dan kelakuan buruk, terdapat penjelasan mengenai sentuhan tangan yang tidak disengaja.
Misalnya, bola mengenai tangan pemain karena posisi natural atau defleksi.
"Situasi seperti itu tidak dianggap pelanggaran," kata Pratap Singh.
"Namun ada pengecualian apabila pemain yang melakukan handball langsung mencetak gol."
"Maka gol tersebut harus dianulir, meskipun handball terjadi secara tidak sengaja," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika bola handball diterima rekan setimnya, dan rekannya itu kemudian mencetak gol, ini sah.
Baca juga: Reaksi Tak Terduga Bobotoh setelah Persib Imbang Lawan Dewa United, Kompak Sorot Hal Ini
Kontroversi pertama yang menuai protes saat pertandingan, adalah disahkannya gol Alex Martins menit 24'.
Sebelum gol tercipta, Messidoro menerima umpan, namun bola tampak keluar lapangan.
Bola dengan cepat dioper ke dalam, dan kembali ke Messidoro.
Pemain Persib Bandung sempat terdiam sejenak menilai bola out.
Namun wasit tak meniup peluit, yang langsung dimanfaatkan Messidoro dengan mengoper ke Alex Martins.
Alex Martins yang berdiri bebas tanpa kawalan di mulut gawang, dengan mudah menjebloskan bola ke gawang.
Pemain Persib Bandung pun memprotes dan meminta wasit mengecek VAR.
Sebelum gol disahkan, wasit tampak berkomunikasi dengan ruang VAR.
Hasilnya gol tetap sah, tanpa perlu pengecekan langsung di tepi lapangan (on field review).
Sementara itu, dari tayangan ulang, bola jelas-jelas sepenuhnya sudah melewati garis, alias keluar.
Kontroversi kedua, adalah disahkannya gol Ricky Kambuaya oleh wasit.
Lagi-lagi tanpa pengecekan VAR langsung di lapangan, hanya dari komunikasi dengan ruang VAR saja.
Adapun kontroversinya, sebelum gol terjadi, Julio Cesar hendak menyapu bola keluar lapangan.
Namun ternyata bola diadang oleh Alex Martins.
Dari tayangan ulang, tangan pemain Dewa United terlihat jelas menyentuh bola, dan lengan bawahnya mengubah arah bola.
Sehingga bola memantul ke arah Noah Sadaoui.
Oleh Noah Sadaoui bola kemudian dioper ke Ricky Kambuaya, yang langsung dikonversi menjadi gol.
Tak ayal, pemain hingga official Persib Bandung protes keras.
Namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Kontroversi ketiga, kartu merah yang membuat Alex Martins mandi lebih cepat, menit 63'.
Alex Martins mendapat kartu kuning keduanya di tengah protes para pemain Persib Bandung, terkait gol Ricky Kambuaya.
Akan tetapi, di tengah situasi yang memanas, Alex Martins melontarkan kata-kata kurang pantas, dan didengar oleh asisten wasit.
Asisten wasit ini pun langsung melaporkannya ke wasit utama.
Tak ayal, Alex Martins langsung diganjar kartu kuning kedua.
Para pemain Dewa United sempat berusaha protes, namun Alex Martins tetap keluar lapangan.
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)