Melalui Jaksa Menyapa, Kejari Aceh Tengah Bahas Pencegahan dan Berantas Narkoba di Kalangan Remaja
Rizwan April 24, 2026 08:54 PM

Laporan Wartawan Tribungayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

Tribungayo.com, Takengon - Ancaman penyalahgunaan narkoba yang semakin menyasar kalangan remaja menjadi perhatian serius berbagai pihak di Aceh Tengah. 

Isu tersebut mengemuka dalam podcast Jaksa Menyapa  dengan tema pemberantasan dan pencegahan kejahatan Narkoba bagi usia Remaja yang disiarkan TribunGayo.com, Kamis (23/4/2026) pukul 20.00 WIB.

Dialog yang dipandu host Intan Mutia itu menghadirkan Dedet Darmadi, Fakhrurrazi, serta Yusra Efendi.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Dedet Darmadi, dalam pemaparannya menegaskan bahwa penanganan perkara narkotika harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya bertumpu pada penindakan hukum, tetapi juga penguatan langkah pencegahan sejak dini.

“Penegakan hukum tetap kita lakukan tegas, namun pencegahan menjadi langkah penting agar generasi muda tidak terjerumus sejak awal,” ujarnya.

Menurut Dedet, fenomena keterlibatan usia muda dalam kasus narkotika menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan yang dilakukan selama ini harus diperkuat, khususnya pada aspek edukasi dan kesadaran hukum. 

Ia menyebut, dalam sejumlah perkara yang ditangani, tidak sedikit pelaku yang masih berada pada usia produktif, bahkan sebagian di antaranya masih berstatus pelajar.

Kondisi ini, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga berimplikasi pada masa depan generasi muda secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, ia menilai penting adanya langkah bersama untuk menutup celah yang memungkinkan remaja terpapar narkoba.

Dedet menambahkan, kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum tidak hanya berperan dalam proses penuntutan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat. 

"Melalui program Jaksa Menyapa, kejaksaan berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk menyampaikan pemahaman terkait hukum, termasuk bahaya dan konsekuensi penyalahgunaan narkotika," ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa dampak hukum dari tindak pidana narkotika sangat serius dan tidak boleh dianggap sepele, terutama oleh generasi muda yang kerap belum memahami risiko tersebut.

“Ini yang harus dipahami oleh masyarakat, khususnya remaja, bahwa sekali terlibat narkoba, dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga berhadapan langsung dengan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Aceh Tengah, Fakhrurrazi, mengungkapkan bahwa peredaran narkoba saat ini menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan karena telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan remaja.

“Peredaran narkoba saat ini sudah masuk ke kalangan pelajar, ini yang harus kita waspadai bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, faktor pergaulan bebas, pengaruh lingkungan, serta minimnya pengawasan menjadi beberapa penyebab utama remaja mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. 

Karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting sebagai benteng pertama dalam pencegahan.

Fakhrurrazi juga mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar. 

Menurutnya, kepedulian bersama menjadi kunci untuk mendeteksi dan mencegah peredaran narkoba sejak dini.

Di sisi lain, Ketua Gerakan Anti Narkotika Nasional Aceh Tengah, Yusra Efendi, menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, edukasi yang berkelanjutan sangat penting agar remaja memiliki pemahaman yang kuat dan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif. 

Selain itu, peran lingkungan sosial juga dinilai sangat menentukan dalam membentuk perilaku generasi muda.

Dalam dialog tersebut, para narasumber juga menyoroti dampak nyata penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan. 

Ketergantungan terhadap narkotika dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal serta memutus peluang untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Ketiganya sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pemberantasan narkoba. 

Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, serta keluarga dinilai harus terus diperkuat.

Melalui podcast Jaksa Menyapa ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat, khususnya di kalangan remaja, bahwa narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat mengintai siapa saja. 

Dengan pemahaman yang baik dan dukungan semua pihak, upaya pencegahan diharapkan mampu menekan peredaran narkotika di Aceh Tengah.(*)

Baca juga: Jaksa akan Tahan Dua Tersangka Korupsi Bumdesma Bener Meriah Pekan Depan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.