Bangka Selatan Perluas Jaringan Bank Sampah
suhendri April 24, 2026 09:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan membentuk Bank Sampah Desa Keposang, Kecamatan Toboali.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kehadiran bank sampah di tingkat desa diharapkan mampu menekan volume sampah di sekaligus memberi nilai ekonomi bagi warga.

Program ini juga menjadi upaya konkret Pemkab Bangka Selatan dalam menjawab persoalan sampah yang terus meningkat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung Prasetyo Rahmadi, mengatakan, pembentukan Bank Sampah Desa Keposang menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan bank sampah di wilayah Bangka Selatan.

“Pembentukan Bank Sampah Desa Keposang ini menjadi langkah awal kami untuk mendorong setiap desa memiliki bank sampah,” kata Agung kepada Bangka Pos, Jumat (24/4/2026).

Saat ini, lanjut dia, jumlah bank sampah di Negeri Junjung Besaoh baru mencapai 13 unit.

Dari jumlah tersebut, hanya empat yang masih aktif beroperasi, termasuk Bank Sampah Desa Keposang.

Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan dan penambahan unit baru di tingkat desa.

Agung menjelaskan bahwa bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sampah, tetapi juga mengusung konsep pengelolaan berbasis sistem perbankan.

Masyarakat dapat menabung sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam yang kemudian dicatat dalam bentuk tabungan. 

Sampah yang terkumpul akan memiliki nilai ekonomi dan dapat dicairkan menjadi uang.

Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Selain memberikan manfaat ekonomi, keberadaan Bank Sampah Desa Keposang juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Pengelolaan sampah dari tingkat desa akan memudahkan proses pemilahan dan daur ulang.

Dengan demikian, dampak pencemaran lingkungan dapat ditekan secara signifikan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, timbulan sampah di Bangka Selatan pada 2025 mencapai sekitar 31.000 ton per tahun.

“Jika sampah dikelola dari sumbernya seperti di desa, maka beban di TPA bisa kita kurangi,” ujar Agung. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.