Pjanic Sarankan Alajbegovic ke AS Roma, Pemain Shakhtar Donetsk Pengganti Zeki Celik
Pangkan Banama Putra Bangel April 24, 2026 09:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM - Kabar Liga Italia, mantan pemain AS Roma, Miralem Pjanic bisa mendorong Kerim Alajbegovic merapat ke Giallorossi.

Seperti yang dilaporkan baru-baru ini, kepindahan ke AS Roma sangat mungkin terjadi bagi sensasi remaja Bosnia, Kerim Alajbegovic.

Apalagi setelah serangkaian pembicaraan positif baru-baru ini antara kedua pihak.

Baca juga: Stankovic Jadi Incaran Dortmund-Atletico, Manu Kone Jadi Target Utama Inter Milan

Baca juga: AC Milan Targetkan 3 Pemain Baru Transfer Gratis, Cek Vlahovic-Goretzka-Silva

Baca juga: Rencana Juventus Rekrut Bernasconi dan Kim Min-Jae, Legenda Italia Puji Spalletti

Semin Alajbegovic, ayah sekaligus agen Kerim, baru-baru ini mengunjungi Trigoria dan berbicara dengan direktur sepak bola AS Roma, Frederic Massara.

Ya, dengan rekan senegaranya dan legenda klub Miralem Pjanic dilaporkan berperan sebagai makelar.

Keterlibatan Pjanic dapat semakin memperkuat proyek AS Roma di bawah Pelatih Gian Piero Gasperini.

Ya dengan Giallorossi bertekad membangun inti skuad muda di bawah kepemimpinan pria berusia 68 tahun itu.

Perseteruan publik Gasperini baru-baru ini dengan legenda AS Roma, Claudio Ranieri, yang saat ini menjabat sebagai penasihat senior di klub.

Nah, memang membuat masa depannya di klub diragukan, meskipun laporan terbaru menunjukkan bahwa Ranieri-lah yang akan meninggalkan posisinya.

Kehadiran Gasperini di bangku cadangan di Olimpico akan membantu klub dalam upaya mereka untuk mendapatkan Kerim Alajbegovic.

Saat ini, pemain berusia 18 tahun itu sedang dalam perjalanan kembali ke Bayer Leverkusen, tempat ia lulus dari akademi tahun lalu sebelum pindah ke Red Bull Salzburg.

Bulan lalu, Bayer Leverkusen mengaktifkan klausul pembelian kembali senilai 8 juta euro dalam kontraknya.

Apalagi setelah terkesan dengan penampilannya di Austria, meskipun biaya sekitar 25 juta euro dapat meyakinkan mereka untuk segera melepasnya.

AS Roma bukanlah satu-satunya klub Italia yang mengejar Kerim Alajbegovic, ialah AC Milan, Napoli, dan Inter Milan juga memantau situasi penyerang muda tersebut.

Roma Mengidentifikasi Pengganti Bek Sayap Timnas Turki yang Akan Pergi di Tengah Minat Inter Milan

AS Roma dilaporkan telah mengidentifikasi calon pengganti Zeki Celik.

Pasalnya sang pemain bisa bergabung dengan Inter Milan sebagai pemain bebas transfer di musim panas.

Menurut kabar yang santer diperbincangkan, Giallorossi kemungkinan akan melakukan transfer musim panas untuk Juchym Konoplya.

Meskipun tetap menjadi pemain reguler tim utama di bawah asuhan Gian Piero Gasperini musim ini, Zeki Celik berada di ambang meninggalkan Stadio Olimpico.

Memang, bek sayap asal Turki ini telah tampil sebanyak 29 kali di Serie A, mencetak satu gol dan memberikan dua assist.

Namun, kontraknya akan berakhir pada bulan Juni dan AS Roma telah memutuskan untuk membiarkannya meninggalkan klub dengan status bebas transfer.

Sementara itu, Inter berkeinginan untuk mendatangkan mantan bintang Lille itu dengan status bebas transfer (Bosman).

Roma mengincar Zeki Celik, target incaran Inter Milan, sebagai pengganti Zeki Celik.

Dengan Zeki Celik yang sudah hampir meninggalkan Olimpico, AS Roma sedang merencanakan kepindahan pemain andalan Shakhtar Donetsk, Juchym Konoplya, pada musim panas mendatang.

Kontrak Juchym Konoplya akan berakhir pada bulan September, yang berarti Giallorossi dapat membujuknya ke Serie A tanpa harus melakukan pengorbanan finansial yang besar.

Di sisi lain, Zeki Celik bisa melanjutkan kariernya di San Siro, dengan Inter Milan memandangnya sebagai calon pengganti Matteo Darmian.

Selain Inter Milan, Juventus juga telah menetapkan target mereka tentang bek AS Roma yang akan hengkang.

AS Roma Akan Berupaya Lagi untuk Reuni dengan Gelandang Inter Milan

Davide Frattesi termasuk di antara beberapa pemain Inter Milan yang belum cocok dengan pelatih Christian Chivu.

Bhakan ada kemungkinan besar dia akan berada di daftar pemain yang akan dicoret di musim panas.

Hal tersebut pun membuat AS Roma diperkirakan akan melakukan upaya lain untuk membawanya kembali.

Gelandang itu berharap ada perubahan positif di bawah manajer yang berbeda.

Namun, Davide Frattesi malah bermain lebih sedikit daripada saat Simone Inzaghi memimpin, dan performanya jauh kurang efektif.

Davide Frattesitelah mencatatkan 30 penampilan, hanya 9 kali sebagai starter.

Ia seolah terlupakan dalam beberapa bulan terakhir.

AS Roma akan menemukan lahan yang lebih subur kali ini, karena Frattesi jauh lebih mudah dilepas oleh Inter Milan sekarang.

Label harganya yang selalu menjadi masalah utama, terus menurun.

Davide Frattesi tumbuh di akademi Giallorossi tetapi pergi sangat awal, bergabung dengan Sassuolo sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran pada tahun 2017.

Sang pemain tentu saja bisa dilibatkan dalam pembicaraan transfer Manu Kone.

Pemain berusia 26 tahun ini juga pernah dikaitkan dengan Juventus, Atletico Madrid, dan dua klub Liga Inggris di masa lalu.

Namun, tidak ada satu pun klub yang memenuhi tuntutan klubnya saat ini.

Davide Frattesi pindah dengan biaya transfer 30 juta euro pada tahun 2024.

Frattesi, Roma, dan Inter

Akhirnya akan tiba waktunya baginya untuk pergi jika pemimpin Serie A tidak terlalu keras kepala dengan harga transfernya.

Pada titik tertentu, kepergiannya akan menjadi pemborosan sumber daya dan satu tempat dalam skuad.

Davide Frattesi akan menjadi pengganti yang berkualitas untuk Lorenzo Pellegrini dan dapat dengan mudah berkembang dalam sistem yang berbeda.

Jika Giallorossi berhasil mendapatkan Kone, mereka akan mengejar tawaran tertinggi sebelum akhir Juni.

Akan tetapi mereka masih dapat merancang operasi dua arah dari segi waktu.

Claudio Ranieri akan segera meninggalkan AS Roma setelah perselisihan dengan Gian Piero Gasperini.

Laporan dari berbagai media di Italia mengklaim bahwa Claudio Ranieri diperkirakan akan meninggalkan posisinya di AS Roma.

Hal tersebut setelah perselisihan publik dengan pelatih kepala Gian Piero Gasperini yang telah menyebabkan perpecahan di kubu Giallorossi.

Ranieri akan meninggalkan AS Roma secepatnya.

Ketegangan antara dua tokoh senior AS Roma memuncak awal bulan ini ketika Ranieri memberikan wawancara yang mengklaim bahwa Gasperini bahkan tidak termasuk di antara tiga kandidat utama klub ketika mereka berupaya menunjuk pelatih kepala baru di akhir musim lalu. 

Gian Piero Gasperini sering mengkritik perekrutan pemain baru klub dan staf medis klub.

Yang mana juga dibalas oleh Ranieri menjelang pertandingan Serie A AS Roma melawan Pisa baru-baru ini. 

Perang kata-kata ini menjadi konfirmasi atas perpecahan yang terus berlanjut di dalam manajemen senior AS Roma.

Pekan lalu, beredar laporan bahwa Ranieri dan Gasperini 'mengabaikan' satu sama lain di tempat latihan klub setelah wawancara yang diberikan Ranieri. 

Situasi dengan cepat menjadi tidak terkendali dan laporan di Italia mengklaim bahwa kepala pelatih atau penasihat senior kemungkinan akan meninggalkan klub pada akhir musim sebagai akibatnya. 

Kini, menurut laporan terbaru, keputusan telah diambil agar Claudio Ranieri meninggalkan jabatannya posisi sebagai penasihat senior. 

Diketahui bahwa pengumuman resmi dari Roma mungkin akan segera datang, sementara Ranieri 'sudah pergi' dan keputusan tersebut akan dikonfirmasi dalam konferensi pers pada hari Jumat. 

Hal ini bertentangan dengan fakta bahwa Ranieri memberikan wawancara singkat pada hari Kamis yang menyatakan bahwa AS Roma "mengharapkan yang terbaik," bahwa "para pemain memberikan segalanya," dan bahwa "semua orang bersatu untuk satu tujuan."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.