TRIBUNKALTIM.CO - Kisah kejutan terbesar dalam sejarah pernah tercipta di ajang Piala Dunia 1950, ketika Timnas Amerika Serikat secara mengejutkan mampu menumbangkan Timnas Inggris yang kala itu dijuluki sebagai penguasa sepak bola dunia.
Pada masa setelah Perang Dunia II, Inggris dikenal sebagai kekuatan utama dalam olahraga, khususnya sepak bola.
Status mereka sebagai “raja sepak bola” membuat banyak pihak menganggap laga melawan Amerika Serikat hanya formalitas belaka.
Baca juga: Pejabat Italia Tolak Wacana Gli Azzurri Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Itu Tidak Pantas
Sebaliknya, skuad Amerika Serikat datang ke turnamen yang digelar di Brasil dengan kondisi jauh dari ideal.
Tim tersebut dihuni oleh pemain-pemain semi-profesional yang harus menjalani pekerjaan lain di luar lapangan demi menyambung hidup.
Beberapa di antaranya bekerja sebagai pengurus pemakaman hingga pencuci piring.
Bahkan, persiapan mereka tergolong minim karena hanya menjalani satu kali sesi latihan sebelum berangkat ke turnamen. Situasi makin sulit lantaran tiga pemain kunci gagal ikut serta akibat tidak mendapat izin dari tempat kerja mereka.
Baca juga: Regulasi Baru Piala Dunia 2026, FIFA Perketat Aturan untuk Minimalkan Pemain Mengulur Waktu
Salah satu pemain Amerika Serikat, Walter Bahr, bahkan mengakui bahwa timnya tidak memiliki ekspektasi tinggi saat menghadapi Inggris.
"Tujuan kami mungkin untuk menjaga skor tetap terhormat," kata Bahr, dilansir dari BolaSport.com.
"Kami tahu mereka lebih siap, lebih terlatih, lebih terkelola, dan dalam kondisi yang lebih baik."
"Kami masuk sebagai tim yang benar-benar tidak diunggulkan."
Baca juga: Perjalanan Vinicius Jr ke Piala Dunia 2026: Dulu Saya Hanya Anak Kecil yang Bermain Tanpa Alas Kaki
"Saya rasa tidak ada satu pun dari kami yang masuk ke sana dengan berpikir kami memiliki peluang untuk menang."
Namun, sepak bola kerap menghadirkan cerita di luar nalar.
Dalam pertandingan kedua Grup 2, Amerika Serikat justru mampu menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Inggris 1-0.
Gol semata wayang dalam laga tersebut dicetak oleh Joe Gaetjens melalui sundulan kepala setelah menyambut umpan silang.
Baca juga: Christian Pulisic di Piala Dunia 2026, Pembuktian Si Captain America di Tanah Kelahiran
Gol tersebut menjadi momen bersejarah yang mengguncang dunia sepak bola.
Pertandingan yang digelar di Estadio Independencia itu kemudian dikenal sebagai salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia, bahkan sering dijuluki sebagai “Keajaiban di Atas Lapangan”.
Meski berhasil menciptakan sensasi, langkah Amerika Serikat di turnamen tersebut tidak berlanjut jauh.
Mereka harus puas finis sebagai juru kunci di fase grup dan gagal melaju ke babak gugur.
Baca juga: Utusan Presiden AS Donald Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Timnas Italia di Piala Dunia 2026
Nasib serupa juga dialami Inggris.
Tim yang difavoritkan sejak awal itu justru tersingkir lebih cepat, menambah dramatis kisah kejutan yang tercipta di Piala Dunia 1950.
Hingga kini, kemenangan Amerika Serikat atas Inggris tetap dikenang sebagai salah satu bukti bahwa dalam sepak bola, segala kemungkinan selalu bisa terjadi. (*)