TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sepanjang triwulan pertama awal tahun ini, tercatat 1,75 juta pelancong mengunjungi sejumlah destinasi wisata Sleman.
Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor penyebabnya dipicu oleh majunya periode libur Lebaran ke bulan Maret.
"Periode libur lebaran 2026 (jatuh) pada bulan Maret meningkatkan pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, Jumat (24/4/2026).
Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, total pergerakan wisatawan di Sleman pada triwulan I (Januari-Maret) 2026 mencapai 1.756.180 orang. Angka ini melonjak tajam sebesar 106,64 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data mencatat, selama periode libur Lebaran (14–29 Maret 2026), terdapat 502.267 wisatawan yang berkunjung ke Sleman. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 92,87 persen dari total kunjungan sepanjang bulan Maret saja.
Adapun jika dilihat dari komposisi kunjungan, wisatawan nusantara atau domestik tetap menjadi tulang punggung pariwisata Sleman dengan kontribusi sebanyak 1.725.995 orang atau setara 98,28 persen.
Mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Pulau Jawa yang mencapai 94,60 persen.
Terkait destinasi favorit, Candi Prambanan masih menduduki urutan pertama dengan porsi kunjungan 27,35 persen. Disusul kawasan Kaliadem 23,27 persen dan Kaliurang 18,13 persen.
Kus mengatakan, pada periode ini pihaknya menangkap fenomena pergeseran tren tujuan kunjungan wisata berdasarkan wilayah kapanewon.
Meski Candi Prambanan tetap menjadi primadona kunjungan, tetapi secara wilayah, Kapanewon Prambanan sebenarnya mengalami penurunan kunjungan sebesar 12,92 persen.
Sebaliknya, beberapa wilayah lain justru mengalami peningkatan kunjungan. Misalnya, Kapanewon Tempel mencatatkan peningkatan kunjungan tertinggi sebesar 510,18 persen, disusul Kapanewon Cangkringan sebesar 265,68 persen, dan Kapanewon Mlati sebesar 139,34 persen.
“Terjadi perubahan tujuan kunjungan wisatawan ini berdasarkan kapanewon letak destinasi berada. Hal
ini tidak terlepas dari pengaruh majunya periode libur lebaran pada tahun 2026, di mana wisatawan mencari alternatif destinasi," jelas dia.(*)