Pandai Besi asal Nganjuk Akhirnya Naik Haji, Nabung Bersama Istri Sejak 1995
Rendy Nicko April 25, 2026 12:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Impian seorang tukang pandai besi, Rubianto Supeno (60) warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, tergapai. 

Sejak belasan tahun lalu, dia berkeinginan bisa naik haji. 

Tahun ini, Rubianto akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci. 

Dia tak sendiri, sang istri, Khiriyah Al Ismini (58) menemaninya. 

Ditemui TribunMataraman.com di kediamannya, Rubianto tampak sibuk menempa besi yang sudah dipanaskan dalam bara api. 

Baca juga: Perjuangan Indah Jemput Suami Sakit di Pati Naik Motor, Satlantas Polres Nganjuk Beri Helm Gratis

Seketika, suara nyaring dari palu dan besi yang saling beradu terdengar. 

Beberapa jam berselang, besi yang dia tempa berbentuk sebuah sabit. 

Kemudian, Rubianto mengasah sabit itu dan menambah ornamen tangkai. 

Tuntas itu, sabit pun siap dijual ke pelanggan. 

"Selain sabit, saya juga menjual produk pisau dan sekop. Umumnya, saya mendapat pesanan borongan," kata Rubianto, Jumat (24/4/2026). 

Dia menyebut, paling banyak dia mendapat pesanan ratusan item untuk tiga produk itu dalam sehari. 

ia mencontohkan, perhitungannya, secara grosir ia menjual satu produk pisau berukuran besar seharga Rp 40 ribu. 

Dari tiap produk, Rubianto meraup keuntungan Rp 5 ribu. 

Baca juga: Disperindag Kabupaten Nganjuk Tera Ulang Timbangan Jembatan, Pastikan Alat Ukur Sesuai Standar

"Keuntungan hasil penjualan saya tabung untuk berangkat haji. Saya memulai menabung sedari 1995. Di tahun yang sama, saya merintis usaha pandai besi ini," ungkapnya. 

Ketekunan Rubianto dalam menabung serta dukungan istri membawanya meraih mimpi. 

Rubianto dan istri mendaftar haji pada 2012.

"Saya dan istri ditetapkan berangkat haji pada 20 Mei 2026. Saya masuk atau tergabung kloter 114," tutupnya. 

(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.