TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dua pasien kanker payudara stadium lanjut di Mayapada Hospital Jakarta Selatan membagikan pengalaman mereka menjalani pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT Scan sebagai bagian dari perjalanan pengobatan kanker.
PET-CT dan SPECT-CT Scan merupakan prosedur pencitraan kedokteran nuklir canggih yang menggabungkan fungsi metabolik (nuklir) dan anatomi (CT Scan) untuk deteksi dini serta evaluasi penyakit. PET-CT unggul dalam memetakan metabolisme sel (terutama kanker), sementara SPECT-CT unggul dalam pencitraan aliran darah dan fungsi organ spesifik, seperti jantung atau tulang.
Bagi keduanya, pemeriksaan tersebut bukan hanya soal prosedur medis, tetapi jadi momen penting untuk memberikan kepastian kondisi penyakit serta ketenangan saat menghadapi pengobatan selanjutnya.
Askarina, pasien kanker payudara ini telah menjalani pengobatan selama sekitar dua tahun. Ia menilai dukungan emosional dari tenaga medis berperan besar dalam prosesnya melawan penyakit kanker ini.
“Dokter selalu ada untuk saya di setiap kondisi. Saat ada kabar buruk disampaikan dengan empati, dan saat ada kabar baik beliau ikut bersemangat bersama saya,” ujarnya di Jakarta Selatan, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, hubungan yang terjalin dengan dokter membuatnya lebih kuat menghadapi proses pengobatan yang dijalani.
Saat menjalani pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT, ia merasakan pengalaman yang berbeda dibanding sebelumnya. Penjelasan yang jelas sebelum tindakan serta suasana yang lebih tenang membantu mengurangi rasa cemas.
Baca juga: Memprihatinkan, Makin Banyak Perempuan Bukan Perokok Aktif Jadi Korban Kanker Paru
Pasien lainnya, Theresia Magdalena, mengaku pertama kali didiagnosis kanker payudara pada 2019 setelah menemukan benjolan kecil yang awalnya tidak disadari serius.
There biasa disapa sudah menjalani berbagai rangkaian pengobatan. Pengalaman awalnya dipenuhi rasa takut karena ketidaktahuan terhadap prosedur.
“Awalnya saya takut karena tidak tahu prosesnya seperti apa. Tapi setelah dijelaskan, saya jadi lebih tenang,” katanya.
Ibu dua orang anak ini menilai, seiring pengalaman yang dijalani, rasa cemas perlahan berkurang karena pasien mendapatkan penjelasan yang lebih detail sebelum tindakan dilakukan.
Selain aspek medis, Theresia menekankan pentingnya dukungan keluarga dan orang terdekat dalam perjalanan melawan kanker.
“Dukungan itu sangat penting. Kehadiran orang terdekat, meski hanya menemani, sangat membantu secara emosional,” ujarnya.
Mayapada Healthcare memperkenalkan teknologi PET-CT dan SPECT-CT Scan yang membantu dokter melihat penyakit hingga tingkat seluler dan molekuler sehingga diagnosis kanker menjadi lebih akurat.
Hospital Director Fiktorius Kuludong menegaskan, layanan kanker di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dikembangkan dengan pendekatan terintegrasi melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin dan pendampingan pasien agar perawatan lebih terarah dan sesuai kebutuhan pasien serta keluarga.
Sementara dari sisi medis, dokter spesialis kedokteran nuklir dr. Lim Andreas menjelaskan, PET-CT dan SPECT-CT berperan penting dalam deteksi, penentuan penyebaran, dan pemantauan kanker. Kedua pemeriksaan ini saling melengkapi untuk membantu dokter menentukan terapi yang lebih tepat, dengan proses yang menggunakan dosis aman dan hasil pemindaian dalam 30–180 menit.
Pengembangan layanan ini juga akan diperluas ke beberapa cabang, didukung kerja sama dengan Siemens Healthineers serta standar internasional untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan pasien.
(Tribunnews.com/Rina Ayu)