SURYA.co.id, MOJOKERTO - Petugas Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, mengintensifkan patroli malam di kawasan hutan wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Patroli ini menyasar 3 Resor Konservasi Wilayah (RKW), guna mengantisipasi pelanggaran hutan serta potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Adapun wilayah yang menjadi sasaran patroli hutan meliputi :
RKW 6 wilayah Kecamatan Gondang dan jatirejo
RKW 07 wilayah Kecamatan Pacet dan Trawas
RKW 08 Desa Claket.
Kepala RKW 07 Mojokerto Timur Tahura R Soerjo, Ni Luh Novyanthi mengatakan kegiatan patroli dilaksanakan di masing-masing RKW yang dibagi beberapa regu untuk setiap wilayah.
Petugas melakukan patroli hutan sesuai kebutuhan, pada siang dan malam sampai pagi.
Selama kegiatan patroli tersebut tidak ditemukan pelanggaran hutan.
"Kegiatan patroli tidak hanya dilakukan malam hari, tapi juga bisa siang hari sesuai kebutuhan. Patroli malam hari biasanya lebih difokuskan untuk antisipasi pelanggaran hutan," ujar Novyanthi kepada SURYA.co.id, melalui sambungan seluler, Jumat (24/4/2026).
Menurut Novyanthi, kegiatan patroli juga menyasar pada inventarisasi keanekaragaman hayati di kawasan Tahura R Soerjo.
Temuan di lapangan menjadi data penting untuk bahan referensi.
"Inventarisasi keanekaragaman hayati meliputi tumbuhan dan satwa, yang digunakan sebagai data base keanekaragaman hayati di Tahura R Soerjo," jelasnya.
Novyanthi menambahkan, inventarisasi keanekaragaman hayati juga sebagai salah satu unsur pengamanan dan pengawetan kawasan Tahura.
"Di mana tahura sebagai benteng terakhir perlindungan keanekaragaman hayati," tukasnya.
Sebelumya, Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas menyatakan pihaknya mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDA) untuk menjaga kawasan hutan dari potensi bahaya Karhutla dan pelanggaran hutan.
Upaya mitigasi gencar dilakukan guna mengantisipasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menyusul potensi cuaca ekstrem kemarau panjang akibat dampak El Nino.
Mitigasi bencana khususnya menyasar kawasan hutan di Kecamatan Trawas, Pacet, Gondang dan Jatirejo.
"Petugas kami giat patroli, mulai siang sampai hingga pagi di kawasan Tahura R Soerjo guna antisipasi kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran hutan dan lainnya," pungkasnya.
Agustiningtyas menyebut, mitigasi bencana meliputi patroli intensif pagi dan malam termasuk berkolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terdiri dari 251 personel.
Rencananya, anggota MPA dari masyarakat setempat akan ditambah 150 orang pada tahun 2026 ini.