Ashanty Ceritakan Perjuangan Kuliah S3, Sempat Kritis hingga Harus Diinfus dan Masuk UGD
Tim TribunTrends April 25, 2026 09:52 AM

TRIBUNTRENDS.COM – Penyanyi dan publik figur Ashanty membagikan cerita di balik perjuangan beratnya saat menempuh pendidikan program doktor (S3). Ia mengaku proses tersebut jauh lebih menantang dari yang dibayangkan hingga sempat membuatnya hampir menyerah.

Ashanty mengungkapkan bahwa selama menjalani pendidikan, kondisi fisiknya sempat menurun akibat tekanan aktivitas yang cukup padat. Bahkan, ia beberapa kali harus mendapatkan perawatan medis di tengah proses studinya.

Perempuan berusia 41 tahun itu menyebut dirinya beberapa kali harus menjalani infus dan bahkan sempat dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) karena kelelahan, namun tetap berusaha menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.

“Aku belum pernah bangga sama diriku sendiri sampai sebegininya,” ujar Ashanty dikutip melalui Live Grid.ID, Rabu (22/4/2026).

CERITA ASHANTY - Perjuangan Kuliah S3, Sempat Diinfus hingga Masuk UGD karena Kelelahan.
CERITA ASHANTY - Perjuangan Kuliah S3, Sempat Diinfus hingga Masuk UGD karena Kelelahan. (Grid.id/Christine Tesalonika)

Ia juga mengaku tidak banyak membagikan perjuangannya kepada publik. Namun di balik itu, ia mengalami berbagai kondisi yang cukup berat selama menjalani pendidikan.

“Aku belum pernah bangga sama diriku sendiri sampai sebegininya,” ucapnya.

Ashanty bahkan menyebut dirinya harus menjalani infus sebelum dan sesudah ujian karena kondisi tubuh yang tidak stabil.

Baca juga: Ashanty Ikhlas Uang 2 M Tidak Kembali, Maafkan Eks Karyawan yang Sudah Divonis Hukuman 2 Tahun

“Habis ujian aku masuk emergency, sebelum ujian aku infus,” katanya.

Meski kondisi tubuhnya menurun, ia tetap berusaha bertahan dan menyelesaikan proses pendidikan yang sudah dimulai.

Ia mengaku awalnya mengira program S3 tidak akan terlalu berbeda jauh dari S2, namun kenyataannya jauh lebih berat dari perkiraan.

“Ternyata wow, luar biasa beratnya,” ucapnya.

Di tengah tekanan tersebut, Ashanty juga sempat beberapa kali menyampaikan ke dosennya bahwa ia ingin berhenti karena merasa kewalahan dengan berbagai tanggung jawab.

“Aku sempat bilang ke dosen, aku nggak kuat, aku mau menyerah,” ungkapnya.

Namun, dukungan dari para pembimbing serta rasa tanggung jawab membuatnya kembali bersemangat untuk melanjutkan perjalanan akademiknya.

Ashanty akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh proses pendidikan S3 tersebut. Ia mengaku sangat bangga bisa melewati berbagai tantangan hingga selesai.

“Aku ngerasa kayak ‘hah, kau berhasil,’” tuturnya.

Kini, ia menikmati hasil dari perjuangannya dan berencana memanfaatkan ilmu yang didapat untuk memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Menurutnya, kunci utama dalam menjalani pendidikan tinggi adalah kesungguhan dan niat yang kuat agar bisa bertahan hingga akhir.

Perjalanan panjang ini pun menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya, sekaligus bukti bahwa kerja keras tidak mengkhianati hasil. (Tribuntrends.com/Grid.ID/Argia Melanie Pramesti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.