Kesaksian Warga Dengar 5 Kali Benturan Sebelum Dua ART Terjun dari Lantai 4 Rumah Kos Benhil
Satrio Sarwo Trengginas April 25, 2026 09:53 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang warga yang tinggal di Jalan Bendungan Walahar Buntu, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengungkap detik-detik sebelum dua pekerja rumah tangga (ART) ditemukan tergeletak usai diduga terjun dari lantai empat sebuah rumah kos.

Warga yang enggan disebutkan namanya dan disamarkan sebagai Thamrin (35) mengaku sempat mendengar suara benda jatuh berulang kali sebelum akhirnya mengetahui kejadian sebenarnya.

Saat itu, Thamrin bersama temannya tengah bermain gim mobile legend di teras rumah sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pas itu ada suara benda jatuh keras. Lalu ada suara lagi. Terdengar jatuh dari atas. Kita pikir itu suara orang buang sampah," katanya saat dijumpai Kompas.com di lokasi kejadian, Kamis malam.

Ia mengaku sempat kesal karena mengira ada orang yang membuang sampah sembarangan dari atas bangunan.

"Sempat kesal kok malam-malam buang sampah sih, kedengaran dibuang dari atas gitu. Kan kayak ngapain gitu kan," lanjut Thamrin.

Terdengar lima kali suara

Suara tersebut bahkan terdengar hingga lima kali. 

Thamrin akhirnya penasaran dan memutuskan untuk mencari sumber suara.

Saat mendekati lokasi, kondisi sekitar masih gelap.

Ia kemudian menyalakan senter dari ponselnya hingga akhirnya melihat dua orang perempuan tergeletak di tanah.

"Saat itu terlihat dua orang perempuan tergeletak di tanah. Dan ada beberapa tas sudah di tanah. Satu perempuan tergeletak dalam posisi tengkurap. Satunya lagi telentang merintih kesakitan," lanjut Thamrin.

Melihat kondisi tersebut, ia segera memanggil temannya dan melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat.

Thamrin juga sempat mencoba menanyai kedua perempuan tersebut, namun tidak mendapat respons.

Ia melihat salah satu korban dalam posisi tengkurap dengan mata terpejam, sementara korban lainnya tampak kesakitan.

"Saya lihat yang merintih itu pergelangan tangannya luka," ungkap Thamrin.

"Teman saya panggil ambulans karena melihat dua orang perempuan itu sudah mengkhawatirkan kondisinya," katanya.

Ambulans pun datang ke lokasi dan suasana menjadi ramai.

Warga sekitar, termasuk penghuni kos di dekat lokasi kejadian, ikut berhamburan keluar dan membantu proses evakuasi kedua korban ke dalam ambulans.

Masih didalami polisi

Polisi masih mendalami kasus dua pekerja rumah tangga (ART) yang diduga nekat melompat dari lantai empat kosan di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan motif di balik aksi nekat tersebut, termasuk dugaan adanya perlakuan sadis dari majikan.

Pemeriksaan terhadap majikan korban pun kini tengah dilakukan.

"Dimintai keterangannya, tapi belum selesai," kata Roby saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).

Ia membenarkan, sejauh ini polisi telah mengantongi keterangan dari satu korban yang selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta satu ART lain yang berada di lokasi kejadian.

"Iya," singkatnya.

Terkait penyebab korban sampai melompat, Roby menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri kemungkinan adanya penyekapan.

"Belum tahu disekap atau enggak. Saya belum bisa ngomong lebih dalam, saya periksa dulu saja daripada salah-salah," katanya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (23/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Mulya Residence 2, Jalan Walahar Buntu Nomor 32, Jakarta Pusat. 

Usai kejadian, warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan menghubungi ambulans.

"Langsung ditolong warga, langsung telepon ambulans darurat," ucapnya.

Dalam insiden ini, satu korban berinisial D (18) meninggal dunia. Sementara korban lainnya, R (30), mengalami luka dan saat ini masih dirawat di RS Mintohardjo.

Polisi juga telah memeriksa majikan korban, namun prosesnya masih berlangsung.

"Dimintai keterangannya, tapi belum selesai," kata Roby.

Penjelasan Ketua RW

Ketua RW 02 Benhil, Syahrudin, menjelaskan saat warga tiba di lokasi, kedua korban sudah dalam kondisi tergeletak.

"Kalau kronologi persis, saya nggak tahu. Karena saya tiba di lokasi, korban sudah tergeletak dan warga sudah ramai," kata Syahrudin saat ditemui TribunJakarta.com di sekitar lokasi kejadian, Kamis (23/4/2026) petang.

Syahrudin menjelaskan kedua korban masih dalam keadaan bernyawa saat pertama kali ditemukan, meski kondisinya sangat memprihatinkan akibat jatuh dari ketinggian.

“Masih bernyawa dua-duanya waktu itu,” katanya.

Namun, salah satu korban, Diva (18), yang mengalami kondisi lebih parah, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit sekitar pukul 01.13 WIB.

"Informasinya meninggal di RSAL Mintohardjo," kata Syahrudin.

Sementara itu, korban lainnya, Ijah (26), dilaporkan masih dalam kondisi sadar saat dievakuasi dan mendapatkan perawatan.

Rumah Sekaligus Kosan

Syahrudin menjelaskan kedua korban tinggal di rumah yang turut dijadikan kosan. Di mana, majikan korban juga tinggal di rumah tersebut.

"Mereka tinggal di lantai empat, lantai atas majikannya itu. Jadi lantai dasar, lantai satu, lantai dua, kos-kosan," kata Syahrudin.

Namun, terkait kondisi bangunan, termasuk informasi adanya teralis atau pengamanan di lantai empat, Syahrudin mengaku tidak dapat memastikan karena tidak melihat langsung.

Ia juga menyebut tak terlalu mengenal sosok majikan sekaligus pemilik bangunan tersebut.

"Sekadar kenal aja, Kurang tahu persisnyalah. Itu juga, kos-kosan masih baru, belum terlalu lama," kata dia.

Berita terkait

  • Baca juga: BERITA FOTO Kosan di Benhil Lokasi ART Lompat hingga Tewas Tak Dipasangi Garis Polisi
  • Baca juga: Video Kekerasan Viral, ART yang Sudah 20 Tahun Mengabdi Pilih Damai & Maafkan Majikan
  • Baca juga: Heboh! ART Dipukuli & Ditendang di Rumah Majikan di Sunter, Masalah Sepele Berbuntut Panjang

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.