Sosok Irwan Arya yang Laporkan Rismon Sianipar karena Tertipu Buku Gibran End Game, Eks Ketua DPRD
Musahadah April 25, 2026 11:05 AM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Irwan Arya, Mantan Ketua DPRD Morowali, Sulawesi Tengah yang melaporkan Rismon Sianipar atas tudingan penipuan dan perbuatan curang dalam penjualan buku berjudul Gibran End Game.

Irwan Arya melaporkan Rismon ke SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026) malam.

Dalam laporan nomor LP/B/2052/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA itu, Irwan Arya mengaku tertipu telah membeli buku Gibran End Game. 

"Saya melaporkan saudara Rismon Sianipar karena merasa tertipu telah membeli buku Gibran End Game di mana saya rencana membeli 200 hingga 300 buku dan baru membayar 60 buku," ucap Irwan dikutip dari tribunnews.

Irwan mengaku membeli buku tersebut saat car free day di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, pada Januari 2026.

Baca juga: Sosok Jahmada Girsang, Pengacara Rismon Sianipar yang Debat Panas dengan Refly Harun di TV

Ia tertarik dengan materi buku yang dituliskan oleh Rismon Sianipar. Hingga kini, Irwan sudah membeli 60 eksemplar dengan total pembayaran Rp6.002.500.

Namun, kemudian Rismon membuat pernyataan mengejutkan bahwa buku yang ditulisnya bohong dan palsu.

Pernyataan itu disampaikan setelah menempuh jalur restorative justice terkait kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Atas rasa kecewa tersebut, Irwan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Rismon atas dugaan tindak pidana penipuan dan perbuatan curang.

"Sehingga saya membuat laporan hari ini 24 April 2026 itu langsung diterima oleh pihak Polda Metro," ungkapnya.

Dalam laporannya, Irwan mencantumkan Pasal 492 UU 1/2023 dan/atau Pasal 486 KUHP tentang penipuan. Ia berharap laporan polisi yang dibuatnya dapat diproses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Irwan menegaskan dirinya bertindak sebagai warga sipil yang berasal dari Morowali, Sulawesi Tengah.

Sosok Irwan Arya

Irwan Arya adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten Morowali periode 2014–2019.

Politisi Partai Demokrat ini memimpin lembaga legislatif daerah pada masa peralihan penting dalam perkembangan industri pertambangan nikel di Morowali.

Ia dikenal kritis terhadap pengelolaan bagi hasil nikel.

Dikutip dari banyak sumber, Irwan Arya pernah ditetapkan sebagai tersangka penyebar informasi bohong (hoax) terkait Corona. 

Irwan bahkan sempat ditangkap dan ditahan di Polres Morowali pada 11 Mei 2020. 

Rekaman itu disebar dan ditransmisikan oleh akun WhatsApp !w@N @ry@ dengan nomor telepon +62 82261837777 pada Senin, 6 April 2020 sekitar pukul 09.21 Wita. Atas perbuatannya mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik melalui group WhatsApp 'Morowali Media Center. 

Irwan Arya diduga melanggar Pasal 45a ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Pasal tersebut berbunyi:

Namun, tidak diketahui pasti kelanjutan kasus ini, termasuk putusan hukum terhadap Irwan Arya. 

Rismon Sianipar Siap Buat Buku Revisi

PARSEL - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat memberikan parsel kepada Rismon Sianipar. Kubu Roy Suryo malah meradang.
PARSEL - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat memberikan parsel kepada Rismon Sianipar. Kubu Roy Suryo malah meradang. (Tribun Medan)

Sebelumnya, Rismon berjanji akan menuliskan buku untuk merevisi buku Jokowi's White Paper dan Gibran Endgame yang diterbitkan sebelumnya. 

Janji itu diucapkan Rismon saat bertemu dengan putra sulung Jokowi yang juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di istana Wapres pada Jumat (13/3/2026). 

Rismon mengakui apa yang dituliskan dalam buku Jokowi'S White Paper adalah sebuah kekeliruan.

Karena itu secara gentlement dia meminta maaf kepada Jokowi, keluarganya dan rakyat Indonesia. 

Baca juga: Beragam Reaksi Usai Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi dan Akui Ijazah Asli, PSI dan Gibran Santai

Menurutnya, sebagai peneliti dia bertanggung jawab untuk mengkoreksi tulisannya, bukan menyembunyikan kebenaran hanya demi sorak-sorai, fanatisme dan kepentingan politik praktis.

Rismon mengklaim apa yang dilakukan selama ini murni untuk memenuhi rasa ingin tahu sebagai penulis dan peneliti.

"Dan saya clear tidak punya afiliasi politik apapun baik dalam maupun luar negeri," tegasnya. 

"Inilah tanggung jawab saya. Makanya saya katakan sebagai peneliti dan penulis jika ada yang salah koreksi. Kalau tidak dikoreksi orang lain juga welcome begitu," katanya. 

Rismon mengaku siap jika dia akhirnya dianggap pengkhianat dan dicaci maki. 

"Yang penting saya telah menemukan kebenaran itu dengan rekonstruksi, dengan uji coba yang sudah saya lakukan 3 bulan ini dan akan saya tuliskan dalam buku," katanya. 

Untuk membuktikan hal itu, Rismon berencana menuliskan buku kembali yang diprediksi selesai pada 2026 ini. 

Janji ini dia katakan saat bertemu Wapres Gibran.

"Saya katakan tadi kepada Mas Wapres ya, penebusan saya atas semua hirup pikuk ini baik disebabkan oleh saya maupun yang lain itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres dan terutama kepada Pak Joko Widodo," katanya. 

Terkait pertemuannya dengan Gibran, Rismon mengaku memang dihubungi kemarin dan harus mendadak ke Jakarta .

Dia mengaku sempat bingung karena merasa bersalah kepada Gibran. 

"Saya bingung juga. Tentu kalau orang salah pasti takut ya. Apalagi yang ditemui seorang wapres. Tetapi saya siap. Apapun yang terjadi secara gentleman saya harus hadir dan undangan itu tentu mengejutkan. Jangankan kepada saya, mungkin kalian juga mengejutkan," katanya.

Dikatakan Rismon, di pertemuan itu Gibran mengatakan keluarga besarnya terbuka jika ada penelitian dan mengoreksinya, asalkan jujur, tidak ada motif politik atau karena jabatan publik. 

"Dan saya katakan kepada Mas Wapres, saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap, Jokowi White Paper dan Gibran Endgame," katanya. 

Saat itu, Rismon meminta izin menuntaskan akan emnyelesaikan bukunya itu di Balige, kampung halamannya. 

"Karena di Jakarta terlalu hirup pikup, macet. Saya tidak punya banyak waktu dan panas. Saya lebih nyaman menulisnya di kampung saya di Balige dan Pematang Siantar yang dingin dan tidak macet. Saya akan mempublikasikannya," tukasnya. (tribunnews/berbagai sumber)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.