Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menegaskan pentingnya data akurat dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting dan kemiskinan di daerahnya.
Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Posyandu di Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, Posyandu kini harus berkembang menjadi pusat layanan sosial terpadu yang mampu mengintegrasikan berbagai program pemerintah, mulai dari kesehatan, perlindungan sosial hingga pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Paskah Nasional V Sulteng, 652 Anak Rayakan Ibadah dengan Penampilan Kreatif
“Posyandu bukan lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi harus menjadi simpul utama pelayanan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Rizal juga menyoroti pentingnya pembenahan data sosial sebagai dasar penyusunan kebijakan. Ia mengungkapkan, pembaruan data yang dilakukan di sejumlah wilayah mulai menunjukkan potensi efisiensi anggaran.
“Dengan data yang valid, kita bisa menghindari salah sasaran bantuan dan mengoptimalkan penggunaan anggaran,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong validasi data masyarakat miskin, penerima bantuan sosial, hingga data layanan kesehatan agar lebih akurat dan terintegrasi.
Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya penanganan kemiskinan secara menyeluruh, tidak hanya berbasis bantuan, tetapi melalui intervensi lintas sektor.
“Masalah kemiskinan harus diselesaikan dari akarnya, mulai dari perumahan, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi keluarga,” katanya.
Baca juga: Polisi Ringkus Pria Diduga Pengedar Sabu di Kulawi Selatan Sigi, Sita 3 Paket Sabu
Dalam konteks penanganan stunting, ia meminta seluruh elemen mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga pemerintah desa meningkatkan koordinasi dan konsistensi layanan.
Ia menilai, tren indikator kesehatan di Kabupaten Sigi saat ini menunjukkan perkembangan positif, namun tetap harus dijaga melalui kerja sama yang solid.
Selain itu, Rizal juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang terbuka dan responsif. Ia meminta OPD lebih cepat merespons keluhan masyarakat dan tidak menunggu persoalan menjadi besar.
“Pemerintahan harus hadir di tengah masyarakat. Setiap masalah harus segera ditangani, bukan ditunda,” tegasnya.
Bupati Sigi juga mendorong pelaksanaan rapat koordinasi rutin lintas perangkat daerah agar berbagai isu strategis dapat dikawal bersama secara berkelanjutan.
Baca juga: Jemaah Lansia Dapat Menu Khusus, Sesuai Kebutuhan dan Tekstur
Ia turut mengapresiasi peran TP-PKK, pemerintah kecamatan, desa, serta kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan sosial tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan gotong royong semua pihak,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Sigi berharap pengelolaan Posyandu semakin kuat dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)