Ketika Panggilan Darurat Berujung Kepedulian, Kisah Wardiah dan Polisi Banda Aceh
Muliadi Gani April 25, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO - Panggilan darurat ke layanan 110 Polresta Banda Aceh pada Jumat (24/4/2026) sore sempat membuat petugas terkejut.

Seorang perempuan bernama Wardiah dari Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, melaporkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Laporan yang masuk sekitar pukul 15.15 WIB itu segera ditindaklanjuti dengan cepat.

Personel kepolisian bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban.

Namun, sesampainya di rumah Wardiah, fakta yang ditemukan justru berbeda dari dugaan awal.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Jaya Baru, Iptu Tea Gustianingsih, menjelaskan bahwa tidak ada peristiwa KDRT yang sedang berlangsung. 

“Ibu tersebut ternyata dalam kondisi sangat lapar,” ujarnya.

Wardiah kemudian mengaku bahwa peristiwa KDRT memang pernah dialaminya, tetapi sudah terjadi sekitar satu tahun lalu.

Kali ini, ia menghubungi polisi karena kebingungan mencari bantuan makanan.

Baca juga: Polres Nagan Raya Tangkap Pengedar Sabu, Barang Bukti Disembunyikan di Mesin Cuci

Baca juga: Masyarakat Sipil Aceh Laporkan Ade Armando dan Abu Janda ke Polisi, Dugaan Pencemaran Nama Baik 

Situasi tersebut membuat petugas menunjukkan empati.

Alih-alih mempermasalahkan laporan yang tidak sesuai, polisi justru membelikan nasi bungkus dan air mineral untuk Wardiah.

Tak hanya itu, personel juga meluangkan waktu mendengarkan keluhannya.

Mereka memberikan arahan agar Wardiah berkoordinasi dengan keuchik (kepala desa) setempat untuk mendapatkan bantuan sosial berkelanjutan. 

“Tugas polisi bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegas Iptu Tea.

“Semoga ini bisa sedikit meringankan beban ibu Wardiah,” pungkas Kapolsek Jaya Baru.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa panggilan darurat tidak selalu berakhir dengan penindakan hukum.

Ada kalanya, kepedulian dan empati menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat.

Bagi Wardiah, nasi bungkus sederhana dari polisi bukan sekadar makanan, melainkan simbol perhatian di tengah kesulitan.

(Serambinews.com/Indra Wijaya)

Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Kandung di Jaya Baru, Korban Dikembalikan ke Orang Tua

Baca juga: Lagi, Satpol PP Amankan Pasangan Nonmahram dari Ruko Kawasan Jaya Baru Banda Aceh

Baca juga: Polres Nagan Raya Tangkap Suami Pelaku KDRT Setelah 5 Bulan Buron

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.