BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hujan disertai angin kencang melanda Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (25/4/2026) pagi menjelang siang.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan, terutama pada bagian atap rumah warga.
Pantauan reporter Bangkapos.com, atap teras rumah warga di Perumahan Seruni, Kelurahan Temberan Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang roboh diterjang angin kencang.
Baca juga: Breaking News: Angin Kencang, Atap TPI Pangkalpinang Berhamburan Melayang-layang
Soli (50), warga Perumahan Seruni lainnya juga mengalami kejadian serupa. Atap dapur rumahnya terangkat akibat terjangan angin.
"Sekitar jam 10 lewat, angin terasa sangat kencang. Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh, ternyata atap dapur sudah terbawa angin," ungkap Soli kepada Bangkapos.com, Sabtu (25/4/2026).
Warga mengaku kondisi angin saat kejadian cukup mengkhawatirkan.
Hembusan angin yang datang secara tiba-tiba disertai hujan deras membuat sebagian warga panik dan berupaya mengamankan barang-barang di sekitar rumah.
Menanggapi fenomena tersebut, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Nenden Wardani, menjelaskan bahwa angin kencang dapat terjadi sebelum maupun saat hujan turun.
Menurutnya, kondisi ini berkaitan erat dengan pertumbuhan awan hujan yang intens, khususnya awan konvektif jenis Cumulonimbus (CB) yang mampu memicu hembusan angin kuat di permukaan.
"Secara regional, terdapat sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh yang membentuk daerah konvergensi hingga wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan," jelas Nenden kepada Bangkapos.com, Sabtu (25/4/2026).
Selain itu, pada skala lokal, atmosfer di wilayah Bangka Belitung saat ini berada dalam kondisi labilitas yang cukup kuat. Kondisi tersebut mendukung proses konvektif yang mempercepat pembentukan awan hujan, sehingga berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, termasuk angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi pohon tumbang, dahan patah, baliho roboh, hingga genangan air di sejumlah titik.
"Diharapkan masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan disertai angin kencang dan petir," imbau BMKG.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)