Curhat Ibu Muda Anaknya Tak Dilayani Sesuai SOP di RSIA Bogor, Kondisi Drop Berkali-kali Gagal Infus
Vivi Febrianti April 25, 2026 04:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang ibu muda mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) kawasan Kota Bogor.

Ibu muda bernama Astrid Mulia itu curhat di akun TikTok bapaknyazsha pelayanan di RSIA yang menurutnya tidak standar SOP.

"Tolong di-share kekecewaan saya, kekesalan saya terhadap RSIA di Kota Bogor, Tanah Sareal terhadap anak saya yang baru berusia 1 tahun 7 bulan," kata dia.

Ia menceritakan, awalnya ia membawa sang anak ke RSIA tersebut pada 13 April pukul 01.00 WIB karena sesak napas dan demam.

Sang ibu juga mengungkap kalau anaknya itu sempat terkena campak namun sudah hampir sembuh.

Sesampainya di rumah sakit, sang anak dicek dan harus dipasang infus.

Menurut dia, proses pemasangan infus sempat gagal hingga akhirnya berhasil.

Setelah dirawat hingga esok sorennya, kata dia, selang infus sang anak sempat mampet.

Setelah dicek oleh suster, diputuskan untuk dibongkar dan akan dipasang ulang.

"Malamnya suster infus ulang di kaki sebelah kiri, namun gagal, akhirnya dicoba lagi ke tangan sebelah kanan lalu berhasil," ucapnya.

Namun saat hendak mengganti popok anaknya, Astrid melihat ada beberapa bagian baju hingga selimut anaknya yang basah.

"Ternyata infusannya rembes, dan saya kaget saat lihat jari-jari anak saya sudah bengkak," jelasnya.

Setelah memanggil suster lagi, infusan anaknya kembali dibongkar.

Astrid pun meminta agar anaknya tidak diinfus terlebih dahulu.

"Lalu malamnya jam 02.42 WIB suster datang lagi untuk mencoba memasangkan infus lagi di tangan sebelah kiri namun berujung gagal," kata dia.

Ia kembali meminta agar anaknya diinfus keesokan harinya saja.

Usai kejadian itu, Astrid memberanikan diri untuk memposting kondisi anaknya yang berdarah karena gagal pemasangan infus.

"Saya tag akun rumah sakitnya tapi tidak ada respon," kata dia.

Baca juga: Pesan Haru Maia Estianty ke El Rumi Saat Acara Pengajian dan Siraman: Jangan Sakiti Hatinya

Namun setelah dibantu oleh rekannya, keluhan Astri pun akhirnya ditanggapi oleh pihak rumah sakit.

Ia kemudian melakukan mediasi dengan pihak rumah sakit dan meminta kompensasi.

"Keinginan kompensasi kita itu adalah dari awal anak saya masuk sampai nanti anak saya keluar dari rumah sakit, keseluruhan biayanya dinolkan," jelas dia.

Namun rupanya permintaan itu tidak dikabulkan oleh pihak rumah sakit tersebut.

"Ternyata hasilnya adalah kompensasi yang saya ajukan ke pihak rumah sakit itu ditolak, katanya dengan alasan suster kepala ini menjawab sudah menjalankan sesuai prosedur," ucap dia.

Akhirnya Astrid pun membayar tagihan rumah sakit sekitar Rp 7,2 juta," ucapnya.

Setelah itu ia pun memutuskan untuk memviralkan kejadian yang membuatnya kecewa itu.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.