TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Gelombang aksi besar dipastikan bakal mengguncang Kabupaten Cilacap menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 mendatang.
Sekitar seribu buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Cilacap telah mengonsolidasikan kekuatan untuk turun ke jalan guna menyuarakan rapor merah terkait kesejahteraan pekerja di wilayah tersebut.
Persoalan rendahnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) hingga kebijakan pajak yang mencekik menjadi pemantik utama gerakan ini. Buruh menilai, kondisi ekonomi saat ini sudah tidak lagi proporsional dengan penghasilan yang mereka terima setiap bulannya.
“UMK kita masih di bawah nilai kebutuhan hidup layak. Bahkan kalau dibandingkan, upah sebulan itu belum cukup untuk membeli satu gram emas,” tegas Ketua Aliansi Buruh Cilacap, Dwiantoro Widagdo, Sabtu (25/4/2026).
Baca juga: Gunakan Fasilitas Publik untuk Teror Pinjol, Pelaku Laporan Palsu Damkar Semarang Terancam Penjara
Kecewa Kenaikan Upah Minim
Kekecewaan para pekerja dipicu oleh kenaikan UMK Cilacap tahun 2026 yang hanya dipatok sebesar 5,03 persen.
Angka tersebut dianggap tidak mampu mengejar lonjakan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik di pasar.
Selain upah, kebijakan pajak opsen kendaraan sebesar 66 persen menjadi sorotan tajam. Buruh merasa dikeroyok oleh kebijakan yang tidak berpihak, mengingat kendaraan pribadi adalah alat transportasi utama mereka menuju kawasan industri akibat minimnya angkutan umum yang memadai.
“Buruh terpaksa pakai kendaraan pribadi karena tidak ada angkutan umum yang terhubung ke kawasan industri. Sudah harus beli bensin sendiri, pajaknya pun sangat tinggi. Ini menambah beban pengeluaran kami secara drastis,” tambah Dwiantoro.
Konsolidasi Lintas Federasi
Aksi May Day 2026 di Cilacap diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah federasi besar seperti FSPKEP KSPI, FSPMI, SPN SBI, hingga FARKES Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk bergabung. Tidak hanya buruh lokal, kelompok Purna Pekerja Migran Indonesia juga turut ambil bagian dalam aksi ini.
Baca juga: Kisah Inspiratif Siti Nafiah: Kuliahkan Anak dan Wujudkan Impian Haji dari Sisa Laba Jualan Tempe
Selain isu upah dan pajak, massa akan membawa sejumlah poin tuntutan strategis lainnya, antara lain:
Rencananya, aksi akan diwarnai dengan konvoi kendaraan dan orasi terbuka di sejumlah titik strategis di pusat kota Cilacap. Aliansi Buruh berharap aksi ini menjadi peringatan keras bagi para pemangku kebijakan untuk segera melakukan intervensi nyata terhadap kesejahteraan buruh di Kabupaten Cilacap. (ray)