Sering Picu Kecelakaan, Warga Gotong Royong Tambal Jalan Rusak di Simpang Teritit-Pondok Baru
Mawaddatul Husna April 25, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Puluhan warga Kabupaten Bener Meriah melakukan aksi gotong royong menambal jalan rusak di lintas provinsi pada ruas Simpang Teritit menuju Pondok Baru, Jumat (24/4/2026).

Aksi swadaya ini diambil menyusul kondisi badan jalan yang rusak parah dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, namun tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah.

Pantauan Wartawan TribunGayo.com di lapangan selama ini ruas jalan tersebut memang kerap bertabur lubang dan sudah beberapa kali warga melakukan aksi protes tapi tak juga ada perbaikan.

Namun kini warga secara kolektif mengumpulkan dana pribadi untuk membeli material berupa pasir dan semen.

Guna menutup lubang-lubang yang menganga di sepanjang jalur mulai Simpang Teritit, Kecamatan Wih Pesam, hingga kawasan Serule Kayu, Kecamatan Bukit.

Salah seorang warga yang terlibat dalam aksi tersebut, Samri alias Adijablay mengatakan jika aksi ini dilakukan murni sebagai langkah darurat demi menjamin keselamatan para pengendara yang melintas setiap harinya.

"Memang lah ruas jalan ini Provinsi, tapi kan kami juga sering melintas disini, makanya kami berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri," ujar Adijablay kepada TribunGayo.com, Sabtu (25/4/2026).

Dikatakan lagi bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan masyarakat terhadap banyaknya korban luka akibat terperosok ke lubang jalan. 

Ia menegaskan bahwa warga tidak bisa lagi berpangku tangan menunggu respon pemerintah sementara risiko kecelakaan terus membayangi.

Masyarakat Pilih Bertindak Cepat

Meskipun secara kewenangan ruas tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, masyarakat memilih bertindak cepat dengan sumber daya seadanya.

"Ini jalan provinsi, seharusnya diperbaiki oleh pemerintah. Tapi kalau kami diam, korban akan terus bertambah," lanjutnya 

Kemudian Jablay berharap aksi ini menjadi teguran keras bagi Pemprov Aceh agar segera mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur secara menyeluruh di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah. 

Ia menegaskan bahwa penambalan semen tersebut hanyalah solusi jangka pendek, sementara perbaikan permanen tetap menjadi tuntutan utama.

"Jadi kami berharap, dengan ada aksi ini Pemerintah Aceh dapat segera turun tangan, dari kami hanya solusi sementara ini," pungkasnya. (*)

Baca juga: Disperindag Aceh akan Gelar Pasar Murah di Bener Meriah, Cek Jadwal dan Lokasinya

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Gelar Layanan Adminduk Khusus Korban Bencana pada 27-28 April

Baca juga: Ratusan Siswa Ikuti Seleksi Anggota Paskibraka Bener Meriah Tahun 2026, Kuota 80 Orang

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.