Ikan Lemuru Hingga Tenggiri Melimpah Di Pantai Lebih Gianyar, Nelayan Justru Belum Maksimal Melaut
Putu Dewi Adi Damayanthi April 25, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Melimpahnya ikan permukaan di perairan Pantai Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali, belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh nelayan setempat. 

Di tengah kondisi laut yang mulai bersahabat dan hasil tangkapan yang meningkat, aktivitas melaut justru masih terbatas akibat padatnya kegiatan adat yang harus dijalani warga.

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai jenis ikan permukaan seperti lemuru (kucing), kakap merah, tenggiri, hingga wahu mulai banyak bermunculan. 

Kondisi ini terjadi setelah nelayan sempat mengalami masa paceklik tangkapan sejak Oktober 2025. 

Baca juga: Polairud Gianyar Bali Minta Nelayan Wajib Pakai Life Jacket

Sejak sekitar sebulan lalu, hasil laut perlahan kembali normal dan bahkan cenderung melimpah.

Meski demikian, dari sekitar seratus nelayan di Desa Lebih, hanya sebagian kecil yang aktif melaut. 

Bahkan dalam dua pekan terakhir, jumlah nelayan yang turun ke laut tidak lebih dari 15 orang per hari, itu pun dengan durasi yang singkat.

Tokoh nelayan Desa Lebih, Wayan Hermanto, Kamis 23 April 2026, membenarkan hal tersebut. 

Kata dia, minimnya jumlah nelayan yang melaut di tengah 'musim panen' ini, dipengaruhi oleh rangkaian kegiatan adat yang tengah berlangsung. 

“Setelah Tilem Kasanga, gelombang sudah lebih tenang dan arus tidak terlalu kuat. Ikan dasar dan ikan permukaan mulai banyak muncul, namun nelayan belum bisa maksimal melaut karena kesibukan adat,” ujarnya.

Ia menambahkan, nelayan biasanya melaut sejak pukul 04.00 Wita hingga sekitar pukul 09.00 Wita, sebelum gelombang kembali meningkat. 

Untuk nelayan yang beroperasi di tengah laut, tangkapan didominasi ikan tenggiri dan wahu dengan metode pancing trolling. 

Dalam sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai hingga 10 ekor jika kondisi mendukung.

Dia menjelaskan, saat ini harga ikan wahu di pasaran mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram, sementara tenggiri berkisar Rp50 ribu per kilogram, tergantung ukuran. 

"Semakin besar ikan, semakin tinggi pula nilai jualnya," ujar Join yang juga Danton Balawista BPBD Gianyar itu.

Kata dia, nelayan pesisir Pantai Lebih juga memanfaatkan kano dan jaring kecil untuk menangkap ikan lemuru yang kini kembali melimpah setelah sempat langka selama sekitar lima bulan. 

Tingginya permintaan membuat harga lemuru naik hingga Rp50 ribu per kilogram.

“Ikan lemuru begitu tiba di darat langsung diburu pengepul maupun warga untuk konsumsi,” jelasnya.

Rata-rata tangkapan nelayan untuk jenis ini bisa mencapai 10 kilogram per hari. 

Selain menangkap ikan, sebagian nelayan juga memanfaatkan momentum ini dengan membuka jasa sewa sampan bagi penghobi memancing. 

Sekitar 50 nelayan melayani pemancing dari Denpasar dan Badung yang ingin mencoba sensasi memancing di tengah laut dengan teknik trolling.

Tarif sewa sampan rata-rata Rp700 ribu untuk durasi lima jam, dengan kapasitas dua orang per sampan. 

Pemilik sampan juga menyediakan umpan serta mengantar pemancing ke lokasi yang diperkirakan banyak ikan. 

“Setiap hari ada sekitar 7 sampai 10 sampan yang beroperasi. Pemancing umumnya puas dengan hasil tangkapan mereka,” tambahnya.

Nelayan Desa Lebih berharap kondisi laut tetap stabil agar aktivitas melaut bisa kembali optimal setelah rangkaian kegiatan adat selesai, sehingga peluang peningkatan pendapatan dapat dimaksimalkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.