SERAMBINEWS.COM - Banyak kebiasaan harian yang terlihat biasa ternyata dapat menjadi sumber penyebaran bakteri dan virus.
Menjaga kebersihan diri, barang pribadi, serta lingkungan secara konsisten menjadi langkah sederhana, namun efektif untuk mencegah berbagai penyakit.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit.
Kebiasaan yang tidak higienis dapat mempermudah bakteri dan virus berkembang, bahkan tanpa disadari.
Berikut sejumlah kebiasaan yang sering dianggap sepele, tetapi berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan, seperti dikutip dari Your Tango.
Baca juga: El dan Syifa Akan Menikah 26 April 2026, Sang Ayah Singgung Mahar Calon Menantunya
Tangan menjadi media utama perpindahan kuman. Tidak mencuci tangan setelah dari toilet, sebelum makan, atau setelah menyentuh benda di tempat umum dapat meningkatkan risiko infeksi.
Handuk yang lembap adalah tempat ideal bagi bakteri dan jamur berkembang. Menggunakannya berulang kali tanpa dicuci bisa memicu masalah kulit.
Seprai menyerap keringat, minyak, dan sel kulit mati. Jika tidak rutin diganti, kondisi ini disebut akan memperburuk jerawat dan alergi.
Baca juga: Menteri Koperasi RI Dijadwalkan Kunjungi Aceh Selatan, Ini Agendanya
Setelah berolahraga atau aktivitas berat, tubuh yang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau badan hingga infeksi kulit.
Menurut ahli patologi Dr. Bobbi Pritt, kebiasaan berbagi minuman dengan orang lain dapat menjadi jalur perpindahan berbagai jenis bakteri.
Hal ini berisiko menimbulkan penyakit ringan seperti flu hingga infeksi yang lebih serius.
Meski sering dianggap wajar dilakukan bersama keluarga atau teman, bakteri yang menempel di bibir gelas maupun dalam minuman tetap berpotensi menular, sehingga sebaiknya kebiasaan ini dihindari dalam banyak situasi.
Sisa pestisida dan kotoran yang menempel bisa masuk ke dalam tubuh jika tidak dibersihkan dengan baik.
Spons dapur termasuk salah satu benda paling kotor di rumah. Jika tidak diganti atau dibersihkan, bakteri dapat berpindah ke peralatan makan.
Botol minum yang digunakan berulang tanpa dicuci bisa menjadi sarang bakteri, terutama pada bagian tutup.
Sikat gigi yang sudah lama digunakan dapat menumpuk bakteri dan tidak lagi efektif membersihkan gigi.
Ponsel sering disentuh sepanjang hari, tetapi jarang dibersihkan. Padahal, permukaannya bisa menyimpan banyak kuman.
Alih-alih menghentikan penyebaran kuman, cara ini justru memindahkan bakteri ke tangan dan benda yang disentuh setelahnya.
Menjaga kebersihan bukan hanya soal rutinitas, tetapi juga kesadaran.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kunci untuk melindungi diri dari berbagai masalah kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah. (*)
Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/25/170100320/11-kebiasaan-yang-sering-dianggap-sepele-tapi-bisa-jadi-sumber-kuman