Sumenep (ANTARA) - Sebanyak 805 dari total 1.330 orang calon haji (calhaj) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur masuk kategori berisiko tinggi, sehingga diperlukan perawatan dan pendampingan khusus dari petugas kesehatan.
"Data calon haji yang berisiko tinggi ini sesuai laporan yang kami terima dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas medis," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri di Sumenep, Sabtu.
Ia menjelaskan, calhaj yang masuk kategori berisiko tinggi itu di antaranya karena memang lanjut usia, dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Dinkes Sumenep telah melaporkan kondisi tersebut kepada panitia penyelenggara ibadah haji di Kabupaten Sumenep agar mereka mendapatkan pelayanan khusus selama menunaikan ibadah haji.
"Dinkes yang menjadi mitra Kemenhaj juga inten melakukan pendampingan, baik saat sebelum berangkat, hingga mereka berangkat dan kembali ke tanah air," katanya.
Sementara itu, calon haji asal Kabupaten Sumenep yang dipastikan akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci Makkah pada musim haji kali ini sebanyak 330 orang.
Mereka itu tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 77, 78, 79, dan 81.
Jamaah yang tergabung dalam Kloter 77 sebanyak 373 orang, Kloter 78 sebanyak 376 orang, Kloter 79 sebanyak 373 orang, dan Kloter 81 sebanyak 208 orang.





