Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin menyebutkan, kegiatan Meuseraya Toet Lemang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 kabupaten setempat, tidak hanya menjadi simbol Kebersamaan dalam melestarikan budaya, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian masyarakat.
Safaruddin menyampaikan hal ini disela-sela kegiatan Meuseraya Toet Lemang di bantaran Sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan - Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (25/4/2026).
"Lemang yang kita bakar hari ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah melalui peningkatan permintaan bahan baku lokal," kata Safaruddin.
Ia menyebutkan, dampaknya sangat dirasa oleh pedang bahan baku, seperti beras ketan, bambu, dan kelapa, yang secara langsung menyejahterakan petani serta pedagang.
Selain itu, tambahnya, terciptanya pasar dadakan dan kedatangan tamu dari luar daerah memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, dan perdagangan, sehingga tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
"Inilah yang kita harapkan, bahwa tradisi lokal tidak hanya dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi dan UMKM.
Kita ingin menjadikan kuliner khas seperti lemang sebagai daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi daerah," ucapnya.
Baca juga: Meuseraya Toet Lemang Bawa Pemerintah Abdya Cetak Dua Rekor MURI
Safaruddin menyebutkan, bahwa Abdya memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kaya, dan masyarakatnya ramah.
"Jika semua ini kita kemas dengan baik, Insya Allah Abdya akan menjadi salah satu destinasi yang diperhitungkan," ujarnya.
Di usia yang ke-24 tahun ini, kata Safaruddin, Kabupaten Abdya telah melewati berbagai fase perjalanan, tantangan, dinamika, dan meraih berbagai capaian.
"Usia 24 tahun adalah usia yang semakin matang. Usia yang menuntut kita untuk lebih bijak, terarah, dan visioner.
Kita sedang bertransformasi, dari daerah yang terus bertumbuh, menuju daerah yang lebih berdaya saing," ungkapnya.
"Dari yang sederhana, menuju yang lebih modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi jati diri kita," tambahnya.
Baca juga: Keuchik di Abdya Yakin Program TMMD Ke-128 Berdampak Besar Bagi Petani
Momentum hari ini, ucap Safaruddin, adalah refleksi bagi semua, bahwa apa yang telah dicapai adalah hasil kerja bersama, dan apa yang akan dicapai ke depan juga sangat bergantung pada kebersamaan hari ini.
Sementara itu, Samsuar R, seorang pedang mengaku senang dengan adanya kegiatan Meuseraya Toet Lemang di bantaran sungai Krueng Beukah, Blangpidie.
Ia mengaku, sejak hari pertama persiapan Meuseraya Toet Lemang, ia sudah menjajakan dagangannya di lokasi tersebut.
"Alhamdulillah laris manis. Air mineral dan minuman dingin seperti es teh dan dan lainnya sangat cepat terjual," ucapnya.
Biasanya, kata Samsuar, keuntungan yang didapatkan di hari-hari biasa hanya Rp50 - Rp65 ribu per hari.
"Alhamdulillah, hari ini mencapai Rp200 ribu pendapatan saya. Harapannya, kegiatan-kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi ke depannya," pintanya. (*)